kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

4 Kebiasaan minum ini bisa dongkrak kadar kolesterol dalam tubuh


Senin, 15 November 2021 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Banyak orang hidup dengan kadar kolesterol yang tinggi dan berisiko terhadap penyakit-penyakit kronis.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bahkan jika kita tidak menambahkan gula dan produk susu ke dalam kopi, minuman ini masih bisa memiliki efek signifikan pada kadar kolesterol kita. 

Kopi tanpa filter seperti dalam french press ternyata dapat meningkatkan kolesterol LDL dan cukup signifikan jika kita meminumnya dalam jumlah yang banyak. 
"Hal ini kemungkinan disebabkan oleh senyawa lipid kopi seperti kafestol yang dihilangkan oleh filter kertas." "Beberapa cangkir kopi juga dapat meningkatkan kolesterol LDL sebanyak 15 mg/dL," ungkap ahli jantung, dan pendiri Whole Heart Cardiology, Nicole Harkin. 

4. Minum milkshake 

Milkshake juga menjadi salah satu minuman yang dapat membawa kadar kolesterol ke wilayah yang berbahaya. 

"Jika sering dikonsumsi, milkshake dapat meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan HDL atau kolesterol," kata ahli diet, Angela Houlie. 

"Karena kandungan lemak milkshake yang tinggi, lebih baik menyimpan ini untuk acara khusus, dan beralih ke smoothie untuk minuman manis yang dingin," imbuh dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Kebiasaan Minum Pemicu Kolesterol Tinggi"
Penulis : Ryan Sara Pratiwi
Editor : Glori K. Wadrianto

Selanjutnya: Kenali dan waspada gejala gula darah rendah, mulai ringan hingga berat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×