kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.545   15,00   0,09%
  • IDX 6.771   -87,65   -1,28%
  • KOMPAS100 902   -14,06   -1,54%
  • LQ45 662   -7,51   -1,12%
  • ISSI 245   -2,69   -1,08%
  • IDX30 374   -2,92   -0,77%
  • IDXHIDIV20 457   -4,41   -0,96%
  • IDX80 103   -1,24   -1,19%
  • IDXV30 130   -1,36   -1,03%
  • IDXQ30 120   -0,85   -0,71%

3 Bahaya Langsung Tidur Setelah Makan, Jangan Anda Sepelekan


Sabtu, 08 Januari 2022 / 09:15 WIB
ILUSTRASI. Tidak sedikit orang yang kerap kali menyepelekan bahaya langsung tidur setelah makan.


Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Memicu heartburn 

Bahaya langsung tidur setelah makan juga termasuk memicu heartburn. Terutama, jika Anda makan terlalu banyak atau makan makanan tertentu yang memicu kondisi tersebut. 

Melansir Verywell Health, selain heartburn atau rasa terbakar di dada, refluks yang terjadi akibat langsung tidur setelah makan juga dapat menyebabkan rasa pahit di mulut. 

Beberapa makanan yang memicu gejala-gejala ini termasuk makanan pedas dan asam, alkohol, cokelat, dan peppermint. 

Insomnia

Kafein dalam cokelat atau minuman, seperti kopi, teh, soda, dan minuman berenergi juga perlu Anda hindari untuk dikonsumsi terlalu dekat waktu tidur. 

Kafein bisa memblokir adenosin, bahan kimia yang bisa membuat Anda mengantuk. Mengonsumsi makanan dan minuman tersebut dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan insomnia. 

Selain itu, minum minuman berkafein juga memicu buang air kecil di malam hari atau nokturia. Tidak semua orang sensitif terhadap kafein dan mengalami kondisi tersebut. 

Tapi, jika Anda salah satunya, selain memerhatikan bahaya langsung tidur setelah makan, usahakan pula membatasi konsumsi kafein dekat waktu tidur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai, 3 Bahaya Langsung Tidur Setelah Makan"

Editor: Nabilla Tashandra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×