15 Gejala badai sitokin pada pasien Covid-19, wajib waspada!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 08:35 WIB Sumber: Kompas.com
15 Gejala badai sitokin pada pasien Covid-19, wajib waspada!

ILUSTRASI. Sindrom badai sitokin mengacu pada sekelompok kondisi medis ketika sistem kekebalan memproduksi terlalu banyak sinyal inflamasi, REUTERS/Nick Oxford


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, istilah badai sitokin pada pasien Covid-19 kembali mengemuka. Sindrom badai sitokin mengacu pada sekelompok kondisi medis ketika sistem kekebalan memproduksi terlalu banyak sinyal inflamasi, kadang-kadang menyebabkan kegagalan organ dan kematian. 

Melansir dari Very Well Health, badai sitokin bukanlah penyakit, melainkan masalah medis serius yang dapat terjadi karena beberapa penyebab tertentu. Kondisi ini juga kadang-kadang disebut sindrom pelepasan sitokin, CRS, atau hanya badai sitokin. 

Badai sitokin mendapat perhatian lebih karena pandemi Covid-19. Badai sitokin tampaknya menjadi bagian dari alasan beberapa orang dengan Covid-19 mengalami kondisi yang serius.

Apa itu badai sitokin? 

Secara garis besar, badai sitokin adalah riam respons imun yang berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius. Sistem kekebalan mengandung banyak komponen berbeda yang membantu tubuh melawan infeksi. 

Kondisi ini mencakup berbagai jenis sel yang berkomunikasi satu sama lain melalui molekul sinyal, yang dikenal sebagai sitokin. 

Baca Juga: Ini 3 syarat khusus bagi penerima vaksin Moderna

Terdapat berbagai jenis stokin dengan fungsi yang berbeda-beda. Beberapa membantu merekrut sel-sel kekebalan lainnya, sementara yang lainnya membantu dengan produksi antibodi atau sinyal rasa sakit. 

Beberapa membuat pembekuan darah lebih mudah. Beberapa membantu menghasilkan peradangan yang dapat membuat pembuluh darah lebih bocor dari biasanya. Kelompok sitokin lain membantu meredam respons peradangan tubuh. 

Hal ini merupakan resoins keseimbangan yang penting karena terlalu banyak peradangan menyebabkan masalah tersendiri. Dalam keadaan normal, sitokin ini membantu mengoordinasikan respons sistem kekebalan untuk menangani zat menular, seperti virus atau bakteri. 

Baca Juga: Inilah penjelasan Kemenkes kenapa efek samping vaksin Covid-19 Moderna lebih parah

Masalahnya, terkadang respons peradangan tubuh bisa lepas kendali, menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan. Kadang-kadang tubuh memproduksi terlalu banyak sitokin inflamasi dan tidak cukup sitokin yang memodulasi peradangan. 

Sitokin inflamasi mulai "menyerbu" di luar kendali, tanpa umpan balik yang cukup dari sitokin anti-inflamasi. Pada orang yang mengalami sindrom badai sitokin, sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal. 

Pada pasien Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam pengembangan sindrom gangguan pernapasan akut, penyebab utama kematian pada orang yang berurusan dengan penyakit Covid-19. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru