12 Alasan Melakukan Hubungan Seks Secara Rutin Membuat Panjang Umur

Jumat, 30 September 2022 | 15:37 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
12 Alasan Melakukan Hubungan Seks Secara Rutin Membuat Panjang Umur

ILUSTRASI. Berhubungan intim dengan pasangan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berhubungan seks secara rutin memberikan banyak manfaat, salah satunya membuat Anda hidup lebih lama. 

Selain membuat bahagia, berhubungan seks yang sehat bisa membuat Anda hidup lebih lama.    

Baca Juga: 4 Posisi Hubungan Seks yang Nyaman Dilakukan Penderita Sakit Punggung

Mengutip dari Healthline, "Anda tidak bisa menyimpulkan apapun selain sehat untuk melakukan aktivitas seksual," kata Dr. Irwin Goldstein, Direktur Pengobatan Seksual, Rumah Sakit Alvarado. 

Berikut manfaat berhubungan seks yang sehat dengan pasangan: 

1. Seks melawan pilek dan flu 

Hasil sebuah penelitian yang dilakukan di Wilkes University menunjukkan orang yang berhubungan seks beberapa kali eminggu cenderung memiliki jumlah antibodi imunoglobulin A yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang melakukan seks kurang dari sekali per minggu. 

Asal tahu saja, imunoglobulin merupakan garis pertahanan pertama untuk melawan pilek dan flu. 

2. Membakar kalori 

Berhubungan seks meningkatkan aliran darah dan membuat jantung terpompa. Sayangnya, seks tidak membakar banyak kalori. 

Menurut artikel tahun 2013 di The New England Journal of Medicine, seorang laki-laki berusia pertengan 30 tahun mungkin membakar 21 kalori selama berhubungan seks. 

3. Menurunkan risiko penyakit jantung 

Berhubungan seks bisa menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya. 

Pada tahun 2010m New England Research institute melakukan penelitian besar-besaran dan hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas seksual secara teratur bisa mengurangi risiko penyakit jantung. 

4. Mengatur kadar hormon 

Berhubungan seks secara teratur bermanfaat mendorong siklus menstruasi yang teratur dan mengurangi gejala menopause negatif. 

5. Menyembuhkan sakit kepala dan mengurangi rasa sakit fisik 

Berhubungan seks disebut-sebut bisa menyembuhkan sakit kepala. Sebab, saat berhubungan seks tubuh melepaskan hormon oksitosin. 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Bulletin of Experimental Biology and Medicine menunjukkan orang yang menghirup uap oksitosin akan merasakan setengah rasa sakit saat jari mereka ditusuk. 

6. Mengurangu stres dan menurunkan tekanan darah 

Hormon oksitosin yang dilepaskan tubuh saat orgasme bermanfaat menenangkan saraf. 

Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa oksitosin melawan efek kortisol yang merupakan hormon stres. 

Berhubungan seks juga membuat Anda tidur lebih nyenyak. 

7. Menurunkan risiko kanker prostat 

Hasil penelitian tahun 2003 menunjukkan bahwa semakin sering laki-laki mengalami ejakulasi antara usia 20 tahun dan 50 tahun, semakin kecil kemungkinan terkena kanker prostat. 

8. Menurunkan risiko kanker payudara 

Sebuah penelitian menunjukkan perempuan yang melakukan hubungan seks secara rutin memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara. 

9. Meningkatkan suasa hati 

Kehidupan seks yang sehat menciptakan kepuasan jangka panjang dengan kesehatan mental seseorang dan meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan jujur dan intim. 

10. Mencegah preeklamsia 

Preeklamsia merupakan kondisi tekanan darah meningkat dan menyebabkan disfungsi oragan lainnya. 

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa jika seorang perempuan telah cukup terpapar air mani pasangannya sebelum pembuahan, dia secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami preeklamsia. 

Tes yang dilakukan oleh ahli biologi Belanda pada tahun 2000 mengkonfirmasi bahwa perempuan yang secara teratur melakukan seks oral – terutama mereka yang menelan air mani pasangannya – memiliki risiko yang jauh lebih rendah menderita preeklamsia. 

11. Meningkatkan indra penciuman 

Orgasme membuat hormon prolaktin melonjak pada perempuan dan laki-laki. 

Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan prolaktin menyebabkan sel punca di otak mengembangkan neuron baru di bohlam penciuman otak. 

12. Mengontrol kandung kemih 

Berhubungan seks yang rutin bisa membantu mencegah timbulnya inkontinensia. 

Sebab, dorongan panggung saat melakukan hubungan seks melatih otot-otot kegel, otot yang mengontrol aliran urin. 

Baca Juga: Ini Tanda Fisik yang Muncul saat Anda dan Pasangan Terlalu Banyak Berhubungan Seks

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru