kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,47   7,12   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

11 Ciri-Ciri Diabetes yang Disebabkan Gula Darah Tinggi ala Kemenkes


Senin, 10 Juli 2023 / 08:10 WIB
11 Ciri-Ciri Diabetes yang Disebabkan Gula Darah Tinggi ala Kemenkes
ILUSTRASI. Saat ini, penyakit diabetes yang disebabkan gula darah tinggi menjadi salah satu momok di dunia kesehatan.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, penyakit diabetes yang disebabkan gula darah tinggi menjadi salah satu momok di dunia kesehatan. Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang paling tinggi kenaikan angka prevalensinya saat ini dan merupakan 10 besar penyebab kematian di dunia (WHO 2016). Prevalensi penderitanya pun juga terus meningkat.

Bagaimana di Indonesia? 

Melansir laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia meningkat dari 6,9% menjadi 8,5 %, prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.

Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit DM adalah sebagian besar (sekitar 3 diantara 4 orang) penderita DM tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit DM dan kurangya kesadaran klien terhadap kontrol berkala.

Baca Juga: 5 Cara mudah menurunkan gula darah secara alami, Anda wajib coba

Oleh karenanya, penting mengetahui 11 ciri-ciri gejala diabetes agar bisa ditangani sedini mungkin. Apa saja?

1. Penurunan berat badan

Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

Baca Juga: Bisa cegah diabetes, ini 6 manfaat kopi hitam tanpa gula

2. Meningkatnya frekuensi buang air kecil

Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter air kencing sehari. Ini berlanjut bahkan di malam hari. Penderita terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal berusaha singkirkan semua glukosa ekstra dalam darah.

Baca Juga: Jangan sampai gula darah tinggi, ini 11 makanan dan minuman yang harus dijauhi




TERBARU

[X]
×