Kesehatan Anak

Waspadai virus Rotavirus bisa mematikan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:13 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Waspadai virus Rotavirus bisa mematikan

ILUSTRASI. Ilustrasi Rotavirus

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bagi para orang tua baiknya menaruh perhatian pada virus Rotavirus ini. Virus ini dianggap sebagai penyebab paling sering penyakit diare di kalangan bayi dan anak-anak. Infeksi rotavirus menyebabkan peradangan di saluran pencernaan.

Vaccine Medical Director GlaxoSmithKline Indonesia (GSK), dr. Deliana Permatasari mengatakan, hasil penelitian menunjukkan kasus diare rotavirus banyak terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.

Anak-anak berusia 6-11 bulan dan 12-23 bulan memiliki jumlah kasus diare rotavirus tertinggi, masing-masing 54,2% dan 50,6%.

“Kasus diare rotavirus berat yang harus dirawat inap, seringkali terjadi pada anak dalam kelompok usia 0-36 bulan,” kata Deliana dalam keterangannya, Rabu (14/10).   

Ia menjelaskan virus rotavirus masuk melalui makanan yang dimakan dan benda-benda yang dimasukkan ke dalam mulut. Masa inkubasi atau gejala virus ini antara 1-2 hari. Gejala-gejala yang muncul seperti diare, muntah-muntah, dan demam.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, anak-anak yang mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan akan kesulitan mendapatkan rehidrasi oral di rumah sehingga berisiko menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang berat. Komplikasi lebih lanjut yang mungkin terjadi juga diantaranya kejang karena demam tinggi atau gangguan elektrolit, meningitis, syok hingga kemungkinan kematian.

“Dalam kasus jangka panjang, beberapa anak juga mengalami diare kronis dan kekurangan gizi,” tutur Deliana.
   
Dia menyebut seorang anak yang terinfeksi virus rotavirus mengalami tanda-tanda seperti diare selama lebih dari 24 jam, sering muntah, dan memiliki tinja hitam atau tinja yang mengandung darah atau nanah.

Tanda lainnya adalah suhu tubuhnya mencapai 40 derajat Celecius atau lebih tinggi, tampak lesu, rewel, atau kesakitan. Selain itu, memiliki tanda atau gejala dehidrasi, termasuk mulut kering, menangis tanpa air mata, sulit/jarang buang air kecil, mengantuk yang tidak biasa atau tidak responsif.

“Virus ini menyebar ke permukaan apa pun yang disentuh, termasuk makanan, mainan, dan peralatan rumah lainnya. Virus ini dapat tetap menempel pada permukaan yang terpapar, selama berminggu-minggu atau lebih lama jika area tersebut tidak didesinfeksi,” ujar Deliana.

Dia mengatakan pencegahan virus rotavirus dilakukan dengan menghindari paparan dan penyebaran virus melalui makanan, minuman, dan benda lain yang tercemar tinja penderita. Kemudian hindari kontak dengan anak-anak yang terkontaminasi rotavirus. Pencegahan lain adalah penggunaan vaksin rotavirus.

Editor: Noverius Laoli


Terbaru