kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.758   18,00   0,11%
  • IDX 8.825   77,02   0,88%
  • KOMPAS100 1.213   7,95   0,66%
  • LQ45 856   3,89   0,46%
  • ISSI 319   4,62   1,47%
  • IDX30 442   2,84   0,65%
  • IDXHIDIV20 515   3,89   0,76%
  • IDX80 135   1,01   0,75%
  • IDXV30 142   1,32   0,94%
  • IDXQ30 142   1,12   0,80%

Waspada stunting, berikut tips mencegahnya pada anak sejak dini


Selasa, 26 Januari 2021 / 15:39 WIB
Waspada stunting, berikut tips mencegahnya pada anak sejak dini
ILUSTRASI. Pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020).


Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID - Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada yang sering menjadi momok para orangtua. Namun, orangtua bisa mencegah stunting sejak dini dengan menerapkan beberapa cara. 

Stunting, melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), merupakan kondisi gagal pada pertumbuhan anak, baik tubuh maupun otak. 

Anak yang menderita stunting memiliki tubuh lebih pendek dan memiliki keterlambatan dalam berpikir dari anak seusianya. Keadaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. 

Penyebab stunting bisa dari kekurangan gizi saat bayi dalam kandungan hingga 1.000 hari pertama kelahiran. Karenanya, penting untuk orangtua untuk mencegah stunting sejak dini. 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan cara-cara untuk mencegah stunting. Berikut tiga cara penting untuk mencegah stunting pada anak sejak dini merangkum dari laman resmi BKKBN:

Baca Juga: Ini cara menyiapkan kakak agar siap menyambut kehadiran adik bayi

Mencukupi gizi ibu dan anak

Saat hamil, ibu perlu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Perbanyak makan sayur dan buah agar kebutuhan gizi terpenuhi. Jangan lupa konsumsi lauk pauk yang beragam terutama protein hewani. 

Untuk mencegah anemia, ibu hamil bisa mengkonsumsi tablet tambah darah. Tablet ini bisa dikonsumsi selama kehamilan hingga masa nifas. 

Usahakan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kolostrum pada ASI bisa meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi penyakit. 

Gunakan garam ber-iodium agar pertumbuhan dan perkembangan bayi terjaga. Hal ini bisa juga untuk mencegah bayi lahir cacat. 

Penuhi ASI eksklusif selama 0-6 bulan. Setelahnya, ASI bisa diberikan semau bayi hingga 23 bulan ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Jangan lupa jaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari kecacingan. Cuci tangan dengan sabun dan gunakan alas kaki saat ke luar rumah. 

Baca Juga: Orang tua perlu tahu, ini 6 tanda-tanda awal autisme pada anak




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×