kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Waspada Omicron, Epidemiolog: Perketat Tracing dan Screening Perjalanan


Kamis, 23 Desember 2021 / 10:30 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dinilai perlu meningkatkan upaya pencegahan pasca terdeteksinya kasus Omicron di Indonesia terlebih kasus timbul jelang masa liburan akhir tahun.

Epidemiolog dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan, perlu ada penataan dari pintu masuk dengan menguatkan kebijakan karantina. Apalagi selama ini masih timbul persepsi perlakuan karantina yang tidak merata bagi setiap lapisan masyarakat.

Dicky juga menganjurkan, perlu ada upaya tracing yang dilakukan khususnya bagi pelaku perjalanan dari negara-negara Afrika. Menurutnya, tracing dapat dilakukan untuk kurun sebulan terakhir.

"Ini yang bisa mendeteksi sebetulnya, karena besar kemungkinan kasusnya sudah ada di masyarakat karena efektivitasnya (penyebaran) dan kita bukan negara yang menutup diri," terang Dicky kepada Kontan, Rabu (22/12).

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 22 Desember: Tambah 179 Kasus Baru, Tetap Pakai Masker

Dicky melanjutkan, pemerintah pun perlu meningkatkan screening perjalanan. Sebagai contoh, masyarakat yang sebaiknya diperbolehkan bepergian yakni hanyalah mereka yang telah menerima dua dosis vaksin. Lebih jauh lagi, masyarakat yang bepergian adalah mereka yang vaksinasinya masih efektif dengan durasi 7 hingga 8 bulan pasca vaksinasi dosis kedua.

Selain itu, penerapan tes PCR yang hanya berlaku 1X24 jam demi memperkuat pencegahan penyebaran.

Dicky menambahkan, masyarakat pun juga sebaiknya menahan diri dalam liburan kali ini. Khususnya bagi para penderita komorbid, lansia dan yang bergejala agar tidak bepergian. Selain itu pun, bagi yang memang belum membeli tiket perjalanan maka sebaiknya tetap menahan diri untuk tidak bepergian.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×