kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Waspada, Ini 9 Penyebab Inkontinensia Urin atau Buang Air Kencing Tidak Lega


Senin, 23 Oktober 2023 / 16:03 WIB
Waspada, Ini 9 Penyebab Inkontinensia Urin atau Buang Air Kencing Tidak Lega
ILUSTRASI. Waspada, Ini 9 Penyebab Inkontinensia Urin atau Buang Air Kencing Tidak Lega


Penulis: Bimo Kresnomurti

Penyebab Inkontinensia Urin - JAKARTA. Kenali apa itu Inkontinensia Urin yang terjadi pada pria maupun wanita. Rasa tidak lega dan tidak nyaman setelah kencing bisa menjadi tanda suatu masalah kesehatan.

Inkontinensia urin adalah keluarnya urin yang tidak dapat dikendalikan baik sedikit maupun dengan volume banyak. Banyak pria dan wanita menderita inkontinensia urin dengan beberapa penyebab.

Inkontinensia urin bukan hanya masalah medis. namun bisa mempengaruhi kehidupan emosional, psikologis dan sosial.

Banyak penderita inkontinensia urin yang takut melakukan aktivitas normal sehari-hari, karena tubuh mudah mengeluarkan urin.

Baca Juga: Bisa Luruhkan Batu Ginjal, Ini 5 Manfaat Daun Keji Beling dan Cara Merebusnya

Penyebab Inkontinensia Urin

Menahan kencing

Penderita tidak ingin berada terlalu jauh dari toilet sehingga kondisi ini dapat membuat orang tidak menikmati hidup.

Penyebab inkontinensia urin bisa berbeda-beda antara individu, dan seringkali ada beberapa faktor yang berkontribusi.

Untuk itu, Anda perlu mengenal beberapa gejala dan rasa yang bisa saja menjangkit pria maupun wanita.

Gejala buang air kencing tidak lega

Beberapa gejala dengan istilah tertentu merujuk pada beberapa kejadian yang berbeda-beda.

  • Sulit menahan buang air kecil, sehingga terjadinya kebocoran urine sebelum mencapai toilet.
  • Kebocoran urine saat tertawa, batuk, bersin, atau melakukan aktivitas fisik.
  • Tidak ada perasaan mendesak sebelum terjadinya kebocoran. Sehingga, muncul perasaan perlu buang air kecil lebih sering daripada biasanya.
  • Tidak bisa mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil yang tinggi, kadang-kadang dengan kebocoran urine.
  • Perasaan perlu buang air kecil secara mendesak dan tiba-tiba.
  • Kebocoran urine saat tidur malam hari pada anak-anak atau orang dewasa.

Beberapa penyebab umum inkontinensia urin berikut ini dilansir dari laman Urology Health.

Baca Juga: Kencing Manis Tidak Menular, Cek Cara Menghindari Diabetes

1. Inkontinensia Urin Urgensi

Penyakit ini disebabkan oleh kontraksi otot kandung kemih yang terlalu kuat atau berlebihan, yang membuat seseorang merasa perlu buang air kecil mendesak dan tidak dapat menahannya.

2. Inkontinensia Urin Stres

Berbeda dengan urgensi, kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, seperti saat batuk, bersin, tertawa, atau berolahraga, dan menyebabkan urine bocor. Penyebab umum adalah kelemahan otot panggul.

Tubuh yang bekerja lebih keras terutama pada otot panggul bisa menjadi penyebab tubuh memacu untuk buang air kecil.

3. Inkontinensia Urin Berlebihan

Sementara itu, kondisi ini bisa terjadi ketika kandung kemih tidak dapat mengosongkan sepenuhnya saat buang air kecil, sehingga urine tetap tersisa di dalam kandung kemih dan kemudian bocor. Ini bisa disebabkan oleh gangguan neurologis atau masalah obstruktif.

4. Melemahnya Otot Panggul

Salah satu penyebab paling umum inkontinensia urin adalah melemahnya otot panggul, terutama otot sfingter uretra dan otot panggul pelvis.

Ini bisa terjadi akibat penuaan, kehamilan dan persalinan, dan kebiasaan yang merusak otot panggul.

5. Faktor Hormonal

Penurunan kadar estrogen pada wanita pasca-menopause dapat memengaruhi jaringan di sekitar uretra dan kandung kemih, meningkatkan risiko inkontinensia urin.

6. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. ISK yang berulang dapat menjadi faktor risiko untuk inkontinensia urin.

7. Konsumsi Obat

Beberapa obat-obatan, seperti diuretik, obat tekanan darah tinggi, antidepresan, dan obat-obatan tertentu, dapat menyebabkan inkontinensia urin sebagai efek samping.

8. Penyakit Neurologis

Gangguan neurologis seperti multiple sclerosis (MS), stroke, penyakit Parkinson, dan cedera tulang belakang dapat memengaruhi fungsi saraf yang mengendalikan kandung kemih.

9. Penyakit Prostat

Pembesaran prostat atau kondisi prostat lainnya bisa memengaruhi aliran urin dan menyebabkan inkontinensia urin. Tentu, hal ini bisa terjadi pada pria akibat usia yang terus bertambah.

Artinya, kondisi inkontinensia urin bukanlah penyakit yang harus diterima sebagai bagian dari penuaan atau gaya hidup. Kondisi ini bisa diobati atau dikelola dengan bantuan profesional medis, terapi fisik, perubahan gaya hidup,

Demikian informasi terkait penyebab inkontinensia urin atau buang air kencing tidak lega.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×