kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Wanita menangis usai intim dengan suami, normalkah


Selasa, 02 Februari 2016 / 14:41 WIB
Wanita menangis usai intim dengan suami, normalkah


Sumber: TribunNews.com | Editor: Fransiska Firlana

JAKARTA. Aktivitas hubungan seksual dengan suami bisa meninggalkan residu hormon yang memiliki ragam efek samping.Banyak wanita yang merasa lebih rileks dan bahagia setelah bercinta dengan suami. Namun, ada pula yang tiba-tiba merasa emosional dan sedih. Nah, apakah merasa sedih sampai dengan menangis setelah aktivitas seksual dengan suami merupakan hal yang normal atau memalukan?

"Aktivitas seksual bisa memicu sejumlah hormon yang menyebabkan Anda menjadi lebih emosional, mulai dari sedih hingga marah," ujar Kimberly Resnick Anderson, LISW, AASECT, seorang terapis seks bersertifikasi. Anderson yang juga seorang direktur di Summa Center for Sexual Health, Akron, Ohio, AS, mengatakan bahwa setiap wanita mengalami efek samping seks sesuai dengan daya tahan tubuh dan kadar emosional masing-masing.

Banyak wanita, kata Anderson, sering mempertanyakan soal kualitas hubungan selama dan sesudah bercinta dengan suami."Pertanyaan-pertanyaan soal kesetiaan dan cinta mudah sekali memicu serangan emosional setelah bercinta," imbuhnya. Menurut Anderson, orgasme melepaskan molekul organik yang signifikan pada sistem saraf, seperti hormon oksitosin, dopamin, dan norepinephrine.

Kehadiran sejumlah hormon itu pada otak wanita dapat mengaktifkan rangkaian jenis emosi yang tidak dapat Anda duga. Salah satunya adalah rasa sedih, yang mengakibatkan Anda menangis. Jadi, kata Anderson, wanita menangis setelah bercinta dengan suami merupakan hal yang normal dan sama sekali bukan persoalan yang harus dipikirkan.

Namun, jika hubungan seksual membuat Anda merasa menderita, maka sudah sepatutnya Anda dan suami membicarakan persoalan tersebut kepada konsultan pernikahan dan seks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×