kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Wadirut 3 Indonesia berharap vaksin Covid-19 anak bisa diberlakukan subsidi silang


Jumat, 18 Juni 2021 / 12:10 WIB
Wadirut 3 Indonesia berharap vaksin Covid-19 anak bisa diberlakukan subsidi silang


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proses uji coba sekolah tatap muka seiring lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir pasca libur lebaran.

Sebelumnya, Pemerintah berencana menetapkan sekolah tatap muka yang dilakukan pada Juli 2021 mendatang dengan kondisi tenaga pendidik divaksin terlebih dahulu.

Walau aturan sekolah tatap muka berubah, Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia, Danny Buldansyah memaparkan jika tiap anak sekolah perlu mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum aturan sekolah tatap muka diberlakukan kembali. "Setuju sekali untuk memberikan vaksin kepada anak sekolah jelang sekolah tatap muka," ujarnya saat dihubungi oleh Kontan, Kamis (17/6).

Baca Juga: Tegakkan protokol kesehatan, Satgas Covid-19: Operasi yustisi terus dilakukan

Hal ini sama seperti Singapura yang tercatat juga akan memberikan vaksin BioNtech untuk anak usia 12-16 tahun jelang sekolah tatap muka.

Danny melanjutkan, selain memberikan vaksinasi kepada anak, penerapan prokes yang tersertifikasi sebaiknya dilakukan. "Juga sebaiknya ada pengawasan yang berkesinambungan terhadap penerapan prokes," sambungnya.

Danny memaparkan pula, jika vaksin kepada anak nanti tersedia, dirinya berharap vaksin tersebut dapat bersifat subsidi silang. Dengan kata lain, bagi warga yang mampu secara ekonomi, maka vaksin berbayar.

Sebaliknya, vaksin diberikan gratis kepada anak dari kalangan tidak mampu. "Sebaiknya vaksin berbayar bagi yang mampu dan gratis bagi yang tidak mampu. Jadi, terjadi subsidi silang," pungkasnya

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Melonjak, Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus mingguan Covid-19 tertinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×