Wabah Pneumonia Berat Akibat Legionella di Argentina, Pernah Terjadi di Indonesia?

Senin, 05 September 2022 | 22:55 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Wabah Pneumonia Berat Akibat Legionella di Argentina, Pernah Terjadi di Indonesia?


KONTAN.CO.ID - WHO melaporkan wabah pneumonia berat, termasuk empat kematian, akibat bakteri Legionella di Argentina. Pernah terjadi di Indonesia?

Pada 3 September 2022, WHO menyebutkan, Argentina mengonfirmasi 11 kasus pneumonia berat, termasuk empat kematian, di Kota San Miguel de Tucumán, Provinsi Tucuman. 

Bakteri Legionella kemudian teridentifikasi sebagai organisme penyebab kasus pneumonia berat di Argentina pada 3 September. Legionella  ditemukan dalam sampel dari empat kasus.

Legionellosis adalah penyakit seperti pneumonia yang tingkat keparahannya bervariasi, dari demam ringan hingga radang paru-patu yang serius dan terkadang fatal. 

Menurut WHO, semua kasus mengalami gejala pneumonia berupa demam, nyeri otot, nyeri perut, dan sesak nafas pada 18-25 Agustus lalu, dan secara epidemiologis terkait dengan satu fasilitas kesehatan swasta di San Miguel de Tucumán.

Dari 11 kasus, delapan di antaranya adalah petugas kesehatan di fasilitas kesehatan itu dan tiga adalah pasien. Tiga dari empat kematian adalaj petugas kesehatan.

Baca Juga: Waspada, Argentina Laporkan Wabah Pneumonia Mematikan Akibat Bakteri Legionella

"Otoritas kesehatan mengoordinasikan kegiatan investigasi klaster, penemuan kasus aktif untuk mengidentifikasi kasus tambahan, pelacakan kontak, dan kegiatan kesehatan masyarakat untuk membatasi penyebaran lebih lanjut," kata WHO dalam keterangan tertulis yang Kontan.co.id terima, Senin (5/9).

Mengacu Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1538/Menkes/SK/XI/2003, legionellosis merupakan penyakit infeksi bakteri akut yang
bisa mengancam kesehatan masyarakat dan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1538, pertama kali penyakit Legionella terjadi di Philadelpia, Amerika Serikat, pada 1976, dengan jumlah kasus 182 dan kematian 29 orang serta merupakan wabah pertama yang melanda dunia.

Di Indonesia, kasus ini terjadi di sejumlah tempat antara lain di Bali (1996) dan Karawaci Tangerang (1999). 

Dari hasil survei 2001 pada air menara sistem pendingin di hotel-hotel yang ada di Jakarta dan Denpasar, Kementerian Kesehatan menemukan hampir 20% dari petugasnya pernah terpapar bakteri Legionella.

Hal itu terlihat dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap darah para petugas.

Baca Juga: Catat! Ini 8 gejala radang paru-paru yang tidak boleh disepelekan

Bakteri Legionella biasa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, serta air menara sistem pendingin di gedung bertingkat, hotel, dan spa.

Kemudian, di pemandian air panas, air tampungan sistem air panas di rumah-rumah, serta air mancur buatan yang tidak terawat baik.

Bakteri Legionella juga terdapat pada peralatan rawat di rumahsakit seperti alat bantu pernafasan. 

Koloni bakteri Legionella hidup subur menempel pada pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan terhadap kaporisasi.

Tempat keberadaan bakteri Legionella, sangat erat dengan kehidupan manusia, sehingga kemungkinan bisa terjadi kejadian luar biasa di
masyarakat. 

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1538 menyebutkan, keberadaan bakteri Legionella di sarana rumahsakit yang tidak dikelola dengan baik juga bisa menimbulkan infeksi nosokomial. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru