Vaksinasi Covid-19 Dosis 4 Akan Dimulai, Vaksin Ini Klaim 73% Cegah Omicron

Kamis, 28 Juli 2022 | 13:28 WIB Sumber: covid19.go.id,Kompas.com
Vaksinasi Covid-19 Dosis 4 Akan Dimulai, Vaksin Ini Klaim 73% Cegah Omicron

ILUSTRASI. Vaksinasi Covid-19 Dosis 4 Akan Dimulai, Vaksin Ini Klaim 73% Cegah Omicron


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 dosis keempat dalam waktu dekat. Hasil penelitian menemukan, vaksin Covid-19 dosis keempat menggunakan AstraZeneca efektif mencegah Omicron.

Pemberian vaksin Covid-19 dosis keempat lantaran kasus infeksi virus corona di Indonesia kembali naik setelah penyebaran Omicron.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat hingga Rabu (27/7) ada tambahan 6.438 kasus baru corona. Sehari sebelumnya, yakni pada Selasa 26 Juli 2022, penambahan kasus Covid-19 juga tinggi, sebanyak 6.483.

Dengan penambahan tersebut, total kasus Covid-19 di Indonesia sejak pandemi corona terjadi sebanyak 6.185.311.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga 27 Juli 2022 bertambah 3.825 orang sehingga menjadi sebanyak 5.982.347 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga 27 Juli 2022 bertambah 11 orang menjadi sebanyak 156.940 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga 27 Juli 2022 mencapai 46.024 kasus, bertambah 2.602 dari sehari sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Baru Tembus 6.000-an, Kelompok Ini Dinilai Perlu Vaksin Dosis 4

Mengutip Kompas.com, vaksin Covid-19 dosis keempat rencananya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes). “Vaksin keempat sekarang sudah kita bagi, kita utamakan nakes dulu," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/7/2022).

Menkes menjelaskan, nantinya akan ada 4 juta nakes yang menerima vaksin Covid-19 dosis keempat. Mereka merupakan kelompok yang imunitasnya sudah turun karena telah menerima vaksin ketiga lewat dari 6 bulan. "Karena sekarang sudah enam bulan, data menujukkan imunitas menjadi menurun,” ujar Budi.

Belum ada penjelasan resmi terkait jenis vaksin Covid-19 dosis keempat yang akan digunakan pemerintah. Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan AstraZeneca sebagai vaksin Covid-19 dosis keempat berhasil meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi Omicron.

Dilansir dari Kompas.com, vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca mengeklaim bahwa setelah dosis keempat diberikan, akan meningkatkan sekitar 73 persen penerima vaksin dari infeksi varian Omicron. Hal ini merupakan hasil dari penelitian dunia nyata yang dilakukan di Universitas Chiang Mai di Thailand.

Menurut data baru dari Universitas Chiang Mai di Thailand, vaksin Covid-19 AstraZeneca (AZD1222) dosis keempat efektif dalam mencegah infeksi Covid-19 akibat Omicron.

Senior Vice President, Head of Late Development, Vaccines & Immune Therapies AstraZeneca, John Perez mengatakan, data baru ini semakin menambah pemahaman kita tentang pentingnya dosis booster untuk melindungi dari infeksi Covid-19 karena varian yang terus berkembang. "Melengkapi data efektivitas AZD1222 dalam mencegah penyakit parah dan kematian, kita sekarang tahu bahwa AZD1222 dapat membantu mencegah infeksi terkait Omicron ketika diberikan sebagai dosis keempat, dengan perlindungan yang lebih besar terhadap infeksi, dibandingkan dengan setelah pemberian dosis ketiga," ujarnya.

Studi ini memberikan laporan efektivitas vaksin dunia nyata dari vaksin AZD1222, CoronaVac, dan mRNA menggunakan cara surveilan aktif yang memungkinkan perbandingan profil pasien yang sama di kedua periode predominan Delta dan predominan Omicron.

Mekanisme penelitian

Penelitian ini merupakan analisis data kasus-terkontrol tes-negatif untuk provinsi Chiang Mai, Thailand Utara, dari database Pusat Imunisasi Kesehatan Masyarakat (MOPH IC), yang dirancang untuk memperkirakan VE terhadap infeksi SARS-CoV-2 (Covid-19) dari berbagai jadwal vaksinasi heterolog (campuran).

Studi ini menganalisis data untuk periode pre-dominan Delta di Thailand pada 1 Oktober hingga 31 Desember 2021, dan periode pre-dominan Omicron pada 1 Februari hingga 10 April 2022. Adapun penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian vaksin Covid-19 tiga dosis heterolog selama periode Delta, dan jadwal heterolog tiga dan empat dosis selama periode Omicron.

Analisis untuk periode Delta mencakup data 27.301 orang (2.130 tes-positif dan 25.171 tes-negatif), dan untuk periode Omicron sebanyak 36.170 orang (14.682 tes-positif dan 214.881 tes-negatif). Evaluasi awal dari sistem manajemen pasien rumah sakit yang terpisah memberikan analisis deskriptif tentang dampak booster dosis ketiga dan keempat terhadap Covid-19 dan kematian yang parah.

Hasil penelitian di Thailand

Dalam bukti studi dunia nyata ini, AZD1222 menunjukkan efektivitas vaksin (VE) sebesar 73 persen (95 persen Confidence Interval [CI] 48-89 persen), terhadap varian Omicron yang sangat menular ketika tambahan dosis diberikan setelah vaksin primer atau vaksin booster sebelumnya.

Menurut penulis penelitian, temuan ini adalah data pertama yang diketahui menilai efektivitas pemberian vaksin Covid-19 empat dosis campuran (heterolog). Temuan ini dipublikasikan sebagai pracetak di Research Square.

Data menunjukkan bahwa dosis keempat dari setiap vaksin Covid-19 yang diteliti, termasuk AZD1222, 75 persen efektif dalam mencegah infeksi Omicron (VE 75persen, 95 persen CI 71-80 persen).

VE sebesar 73 persen untuk AZD1222 serupa dengan yang terlihat pada vaksin mRNA yang menunjukkan VE sebesar 71 persen (VE 71 persen, 95 persen CI 59-79 persen). VE telah disesuaikan untuk usia, jenis kelamin, waktu kalender, dan jenis seri vaksin sebelumnya.

Penulis utama penelitian ini, Emeritus Professor Suwat Chariyalertsak, MD, Dr.PH, Faculty of Public Health, Chiang Mai University, Thailand, mengatakan, penelitian ini memberikan data yang sangat dibutuhkan, yang menunjukkan bahwa dosis keempat vaksin Covid-19 dapat membantu mencegah infeksi karena varian Omicron yang sangat menular.

Ia menambahkan, ini juga akan memberikan perlindungan terus menerus dengan boosting sangat penting untuk kelompok berisiko seperti lansia dan masyarakat dengan penyakit kronik. "Data juga mendukung efektivitas dari pemberian vaksin yang heterolog, atau 'mix and match', dapat membantu upaya berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan populasi terhadap dosis booster," kata dia.

Analisis awal data rumah sakit melaporkan VE terhadap Covid-19 parah atau pasien yang memerlukan ventilasi mekanik invasif, dan kematian selama gelombang Omicron pada bulan Februari dan Maret 2022. Di semua kelompok umur yang diteliti, jadwal campuran tiga dosis memberikan 98 persen perlindungan terhadap infeksi parah atau kematian terkait Covid-19.

Setelah vaksin Covid-19 booster 2 atau dosis keempat, penulis mengamati hanya ada satu kematian, pada orang dengan komorbid, menunjukkan efektivitas yang sangat tinggi. Disampaikan bahwa analisis kumpulan data ini sedang berlangsung dan akan dilaporkan di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru