Kesehatan Umum

Upaya MR. DIY Cegah Penyebaran Virus Covid-19

Rabu, 02 Desember 2020 | 23:39 WIB Sumber: Pressrelease.id
Upaya MR. DIY Cegah Penyebaran Virus Covid-19

ILUSTRASI. Karyawan membersihkan troli dengan disinfektan secara berkala di gerai MR DIY.


KONTAN.CO.ID - Menjelang tutup tahun 2020 kasus baru Covid-19 masih bertambah, bahkan sempat melonjak kembali. Padahal bulan Desember ini bagi pebisnis ritel seperti MR.DIY adalah upaya terakhir mendongkrak penjualan guna meraih target yang sudah ditetapkan.

MR.DIY yang memiliki 200 toko di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua memiliki 3000 orang karyawan dan 5% di antaranya bekerja di kantor pusat, sisanya bekerja di gerai toko dan gudang. Di antara karyawan yang bekerja di kantor pusat, saat ini hanya 50% yang bekerja di kantor, sedang lainnya bekerja dari rumah.

Upaya MR. DIY dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 antara lain dengan membentuk tim tanggap Covid-19 bernama MR.DIY Corona Crisis Center dan nomor hotline (contact center) untuk membantu penanganan sekirangnya terjadi kasus positif.

Sebagai gerai yang menyediakan berbagai perkakas rumah tangga, alat tulis dan hiasan rumah dengan harga terjangkau tentu MR.DIY tak cukup mendisiplinkan karyawan saja, tetapi juga para pelanggan yang berbelanja ke toko.

Menurut Cyril Noerhadi, Presiden Direktur MR.DIY Indonesia guna memastikan kebersihan toko telah dilakukan protokol kesehatan 3M yang mencakup :

1.Menyediakan akses cuci tangan dan hand sanitizer di setiap toko, sehingga pengunjung dapat mencuci tangan atau menggunakan hand sanitzer terlebih dulu sebelum masuk ke toko.
2.Mengukut suhu badan pekerja sebelum memulai pekerjaan.
3.Mengukur suhu tubuh pengunjung dan mengingatkan mereka untuk wajib mengenakan masker sebelum masuk ke toko.
4.Mewajibkan pegawai memakai masker dan/atau face shield
5.Membersihkan troli dengan desinfektan secara berkala
6.Menyarankan konsumen untuk bertransaksi secara non tunai guna mencegah penyebaran virus.
7.Mengatur jarak antar kasir sesuai aturan social distancing yang berlaku dan memastikan tidak ada kerumunan konsumen saat antre membayar.

Sebagai langkah antisipasi awal manajemen MR.DIY menganjurkan kepada karyawan yang kurang sehat untuk bekerja dari rumah. Selain itu, bila ada karyawan yang terindikasi positif Covid-19 untuk menginformaskan kepada contact center tim tanggap Covid-19, sehingga tim dapat melakukan contact tracing lebih lanjut untuk mencegah penyebarluasan virus.

“Kami melakukan tes usap (swab test) dan tes cepat (rapid test) bagi karyawan yang perlu menjalani isolasi mandiri, serta bagi karyawan lain yang terlibat kontak dengan karyawan tersebut,”jelas Cyril.
Tes kepada seluruh staf dengan memperhatikan sebesara besar potensi kontak karyawan tersebut dengan suspek atau karyawan yang terdeteksi positif Covid-19.

“Kami akan menutup sementara lokasi (toko) dan melakukan penyemprotan desinfektan.”imbuh Cyril.

Tim leader akan mengatur ulang pembagian tugas, sehingga masing-masing karyawan melengkapi pekerjaan karyawan lainnya. Selain itu juga dilakukan penggantian tim untuk toko, bila tim sebelumnya perlu menjalani isolasi mandiri.

Agar karyawan tetap konsisten dan disiplin tim HR dan tim leader MR.DIY masing-masing toko terus melakukan sosialisasi berkala dengan memasang peringatan di toko untuk selalu disiplin mengikuti aturan 3M yang dianjurkan.

“Kami juga melakukan pelatihan secara berkala agar karyawan dapat memahani aturan secara baik sekaligus bersedia menjalankannya demi kesehatan dan keselamatan bersama.”jelas Cyril.
Tantangan utama dalam menjalankan protokol kesehatan 3M menurut Cyril adalah kedisiplinan. “Namun semakin lama, implementasinya semakin baik, karena banyak karyawan yang lebih waspada terhadap kesehatan mereka,”imbuh Cyril.

Selain gencar memberikan sosialisasi protokol kesehatan 3M bagi karyawan, MR. DIY juga fokus pada edukasi ke konsumen yang datang dan berbelanja di toko. “Khususnya mereka yang berada di kota kecil dan tidak terlalu familiar dengan penerapan 3M ini, kami selalu mengingatkan karyawan untuk membantu penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung yang datang,”jelas Cyril.

Menjaga produktivitas karyawan yang bekerja dari rumah saat pandemi corona seperti sekarang juga menjadi hal penting. Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, tim HRD MR.DIY mengadakan sejumlah pelatihan secara daring. Meski awal pelatihan tampak sulit karena belum terbiasa,, tetapi saat ini karyawan MR.DIY sudah semakin terbiasa dan tidak canggung lagi untuk mengikuti pelatihan secara daring.

Topik pelatihan mulai dari management skill, sharing antar tim sebagai bentuk motivasi.”Kami juga menyediakan self isolation program, berisi pelatihan bagi teman-teman yang tengah melakukan isolasi mandiri,”imbuh Cyril.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti


Terbaru