kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Tumit pecah-pecah pertanda diabetes?


Minggu, 15 Mei 2016 / 11:29 WIB
Tumit pecah-pecah pertanda diabetes?


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tumit pecah-pecah merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita yang hidup di area tropis, seperti Indonesia.

Pada kasus tertentu, udara panas juga menyebabkan tumit retak sehingga terjadi pembelahan. Selain itu, tekstur kulit menebal dan kasar, merupakan kondisi lanjutan dari tumit pecah-pecah.

Berjalan dengan tumit pecah-pecah, otomatis berjalan pun akan terasa sakit dan menyiksa. Rasa sakit semakin parah ketika berat badan Anda termasuk dalam kategori obesitas.

Ternyata, menurut pakar, tumit kering atau pecah-pecah bisa menjadi pertanda diabetes mellitus atau hipotiroidisme, yang dapat mengurangi keringat, sehingga membuat kulit kaki Anda mudah kering.

Eksim dan psoriasis, bisa menjadi penyebab kulit tumit pecah-pecah.

Dalam kasus yang paling parah, tumit yang pecah-pecah berujung pada tumit berdarah dan meradang.

Umumnya, pengobatannya Anda dapat melakukannya sendiri, dengan mengoleskan pelembab kulit tumit.

Selanjutnya, Anda dapat menghilangkan kulit kering dengan cara menggosokan batu apung pada tumit yang tebal dan kering, setiap kali Anda mandi. (Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×