kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.844
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Tiga hal perusak kesehatan saat liburan di pantai

Jumat, 14 April 2017 / 13:17 WIB

Tiga hal perusak kesehatan saat liburan di pantai



JAKARTA. Libur panjang ini, Anda sekeluarga piknik kemana? Kalau cuaca sedang oke, pantai bisa jadi tempat liburan yang menyenangkan, bukan? Anak-anak bisa main pasir, kejar-kejaran dengan ombak, hingga berbasah-basah ria. 

Namun ingat, banyak sekali bahaya yang mengintai dan akan membuat liburan di pantai menjadi sebuah masalah yang besar. Mungkin sering mendengar banyak orang yang menjadi korban saat berenang di pantai. Hal tersebut biasanya dikarenakan tertelan ombak dan terkadang juga dikaitkan dengan hal-hal yang mistis.


Padahal banyak sekali bahaya yang mengintai saat sedang berenang di pantai. Berikut beberapa hal yang berbahaya saat berenang di pantai dan cara menghindarinya, antara lain :

1.    Bakteri E- Coli

Bakteri E-coli termasuk salah satu pembunuh tertinggi yang ada di pantai. Karena pada tahun 2014 sedikitnya sembilan orang meninggal di Florida, Amerika Serikat yang disebabkan karena bakteri ini. Bakteri pemakan daging yang hidup di air laut ini bernama Vibrio Vulnificus.

Sebenarnya bakteri ini hanya ditemukan di danau atau pantai dengan indikator kontaminasi kotoran di dalam air. Jadi untuk menghindari bakteri tersebut, akan lebih baik mencari informasi mengenai kualitas air setempat sebelum berenang.

Dan cara lain untuk mengatasinya adalah mengusahakan untuk tidak meminum air laut saat berenang dan sering mencuci tangan. "Gejala yang ditimbulkan saat terkena bakteri E-coli adalah diare berdarah, muntah, sakit perut dan demam," jelas Maria Saleh, pakar kesehatan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

2.    Ubur-ubur

Tidak semua spesies ubur-ubur itu membahayakan bagi manusia. Dari sekitar 2.000 spesies ubur-ubur, hanya sekitar 70 spesies yang serius membahayakan dan dapat membunuh orang. Dari sekian banyak ubur-ubur yang berbahaya, yang paling bahaya adalah ubur-ubur kotak, karena spesies ubur-ubur ini mempunyai tentakel yang berisi jarum dan racun yang mematikan

Tetapi tidak semua sengatan ubur-ubur dapat mengakibatkan kematian. Pada umumnya sengatan ubur-ubur akan menimbulkan rasa sakit, gatal, dan ruam merah yang akan bertahan sampai beberapa hari. Untuk mencegah agar tidak tersengat ubur-ubur, akan lebih baik jika menggunakan alas kaki. "Dan untuk mengobati karena sengatan ubur-ubur, maka cara terbaiknya adalah dengan proses identifikasi spesies oleh ahli kesehatan," terang Maria.

3.    Bulu Babi

Walaupun bentuknya kecil, tetapi tertusuk bulu babi akan membuat rasa nyeri di sekujur tubuh. Sebenarnya bulu babi tidak menyerang dan pasif, tetapi perenang tidak sengaja menginjaknya sata berenang di pantai. Saat terkena bulu babi memang tidak langsung terasa, tetapi lama kelamaan semakin menyakitkan dan membuat tubuh bentol-bentol kemerahan. 

Saat terkena bulu babi, usahakan jangan panik, tetapi harus tetap diberikan pertolongan pertama dengan segera. Karena kalau tidak racun dapat menjalar pada seluruh tubuh dan dapat menyebabkan meriang. Biasanya cara yang digunakan untuk mengatasinya adalah dengan memukul-mukul bagian yang terkena duri dengan palu agar durinya hancur sebelum masuk ke darah dan jantung. "Jika hal ini terlambat ditangani dapat menyebabkan kematian," ujar Maria.

Inilah beberapa bahaya yang mengintai saat berenang di pantai atau laut. Walaupun begitu bukan berarti tidak boleh berenang di pantai atau di laut, tetapi lebih berhati-hati lagi saat sedang berenang di pantai atau di laut untuk keselamatan diri sendiri.

 


Reporter: Yulianita Daiva
Editor: Adi Wikanto

KESEHATAN

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0032 || diagnostic_api_kanan = 0.1068 || diagnostic_web = 0.4459

Close [X]
×