HOME

Tak Bisa Ditawar, Yuk Mencegah dan Menekan Penyebaran Virus Corona Dengan 3M

Senin, 05 Oktober 2020 | 15:56 WIB   Reporter: Fahriyadi, Ratih Waseso
Tak Bisa Ditawar, Yuk Mencegah dan Menekan Penyebaran Virus Corona Dengan 3M

ILUSTRASI. Mematuhi protokol kesehatan merupakan kunci utama untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan


KONTAN.CO.ID - Pepatah mencegah lebih baik dibandingkan dengan mengobati berlaku untuk semua orang agar menghindari paparan Virus Corona atau Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan mengingat #ingatpesanibu yakni 3M menjadi upaya pencegahan penyebaran virus. Pilihan paling mujarab adalah disiplin protokol 3M: Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Mematuhi protokol kesehatan merupakan kunci utama untuk bisa memutus rantai penularan Covid-19. Sebab, hingga kini belum ada obat dan vaksin melawan Virus Corona.

Protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah adalah 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. #ingatpesanibu, upaya ini bukan sekadar slogan untuk diucapkan melainkan harus dilaksanakan dengan disiplin ketat.

Baca Juga: Aplikasi Perencanaan Keuangan Digital Mengalap Berkah Konsultasi di Kala Pandemi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (1/10) menegaskan, kunci utama memutus mata rantai Covid-19 adalah disiplin 3M. Hanya, kepatuhan protokol kesehatan akan efektif mencegah penularan akan lebih mudah dilakukan jika pelaksanaannya kolektif, tidak sendiri-sendiri "Masyarakat perlu saling mengingatkan orang lain agar bisa mematuhi protokol kesehatan seperti kita," ujar Wiku di Istana Presieden pekan lalu.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia, mencuci tangan dengan sabun menurunkan risiko penularan 35%, memakai masker kain menurunkan risiko penularan sebanyak 45% dan memakai masker bedah 70%. Sementara menjaga jarak minimal 1 meter bisa menurunkan penularan 85%

Perlawanan Virus Corona akan membawa hasil maksimal kalau semua pihak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, sesuai #ingatpesanibu. Tak hanya melaksanakan 3M tapi harus dipastikan pelaksanaannya benar.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menambahkan, pelaksanan #pakaimasker, #jagajarak dan #cuci tangan harus dilakukan benar dan tidak asal-asalan. "Mari kita membiaskan diri dengan protokol kesehatan, ingat pakai masker dengan baik dan benar, jangan asal-asalan, tutupi bagian hidung sampai dagu," kata yang akrab disapa dokter Reisa ini beberapa waktu lalu.

Baca Juga: IFG Life, Entitas Pengganti Jiwasraya Ditargetkan Emban Tiga Tugas Per Desember 2020

Masker menjadi pelindung bukan aksesori atau hiasan semata dalam upaya menekan penyebaran Virus Corona. Banyak ditemukan di lapangan, masker hanya menutup bagian dagu, bahkan ada pula yang mengalungkan di bagian leher. Hal itu tidak benar.

Biar aman, ada baiknya masyrakat membawa masker lebih dari satu ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Masker akan efektif diganti setiap pemakaian empat jam.

Selain masker, aktivitas mencuci tangan juga juga penting untuk mencegah Virus Corona (Covid-19). Mencuci tangan bersih bisa menjadi modal penting menghindari penularan virus. "Yang juga penting adalah tangan jangan menyentuh bagian tubuh yang sensitif, saat Anda belum mencuci tangan," ujar Reisa.

Selain itu, #satgascovid19 juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak. Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Baca Juga: Kuliner Pedas Juragan Laris Usai Meninggalkan Bisnis Ayam Geprek

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, #jagajarak juga mesti dibekali dengan #pakaimasker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang #jagajarak dengan orang lain yang tidak dikenal. Makanya, segala macam kegiatan yang bisa mengumpulkan orang dilarang selama pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini.

Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal.

Ketua Tim Protokol dan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Eka Ginanjar juga mengingatkan pentingnya masyarakat disiplin menerapkan 3M. Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: IHSG Melanjutkan Penguatan di 4.958,77, Dua Saham Non LQ45 Banyak Diborong Asing

 

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina


Terbaru