kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Suntik sperma, bisakah hamili wanita?


Kamis, 18 Februari 2016 / 13:34 WIB
Suntik sperma, bisakah hamili wanita?


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Narapidana narkoba asal Vietnam, Nguyen Thi Hue batal dieksekusi mati karena hamil.

Ia mengaku telah menginseminasi diri sendiri dengan membeli sel sperma.

Secara medis, inseminasi intra uterine merupakan proses pembuahan dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim.

Meski demikian, prosesnya tidak sederhana dan tak bisa dilakukan sembarangan.

"Sel sperma harus diproses sedemikian rupa sebelum dimasukkan. Cara memasukannya juga memakai kateter halus ke dalam rongga rahim," kata Kanadi Sumapraja, dari Klinik Yasmin RSCM Jakarta, Kamis (18/2/16).

Kanadi menjelaskan, secara teknikal sangat sulit melakukan inseminasi secara mandiri.

"Karena harus menggunakan alat agar mulut rahim terbuka sehingga sel sperma bisa masuk ke rongga rahim," ujarnya.

Sel sperma yang digunakan juga harus dipisahkan dari cairan mani.

"Kalau cairan mani masuk ke rongga rahim bisa menyebabkan kontraksi atau mulas. Makanya harus dipisahkan dulu," paparnya.

Prosedur inseminasi juga dilakukan di bawah pengawasan dokter atau tenaga kesehatan karena harus dilakukan saat masa subur.

Dengan semua kesulitan tersebut, rasanya tidak mungkin seorang wanita dapat menghamili dirinya sendiri.

(Lusia Kus Anna)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×