kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sunat menurunkan gairah?


Selasa, 19 April 2016 / 10:44 WIB
Sunat menurunkan gairah?


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Apakah sunat saat masih kecil bisa mengurangi sensitivitas penis saat dewasa? Hal ini sering menjadi perdebatan. Namun, penelitian pun telah membuktikan, sensitivitas penis pria dewasa tidak ada bedanya antara pria yang disunat dan tidak.

Pemotongan ujung penis yang meliputi kulup atau kulit yang melapisi bagian kepala penis, ternyata tidak memengaruhi sensitivitas penis pria. Penelitian juga menunjukkan, kulup bukan bagian paling sensitif dari penis.

Dilansir dari Dailimail.co.uk, penelitian ini fokus pada dua hal. Itu adalah apakah bagian kepala penis atau disebut glans penis yang disunat menyebabkan sensitivitas berkurang dibanding pria tidak disunat dan apakah bagian kulup merupakan bagian paling sensitif dari penis.

Dalam penelitian ini melibatkan 30 pria disunat dan 32 pria tidak disunat yang berusia sekitar 18-37 tahun. Peneliti melakukan tes sensorik pada penis untuk mengukur rangsangan saat disentuh, rasa sakit, hingga kemampuan mendeteksi suhu panas atau hangat.

"Studi ini menunjukkan, sunat neonatal tidak terkait dengan perubahan sensitivitas penis dan memberikan bukti awal, bahwa kulup bukanlah bagian paling sensitif dari penis," jelas peneliti utama Jennifer Bossio

Peneliti juga mengukur fungsi secara seksual, seperti kepuasan hubungan seksual, fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan secara keseluruhan. Hasilnya, tidak ada perbedaan fungsi seksual antara pria yang disunat dan tidak.

The American Academy of Pediatrics dan Canadian Pediatric Society baru-baru ini kemudian merevisi kebijakan mengenai sunat neonatal setelah menuai pro dan kontra. Amerika akhirnya mendukung sunat pada anak laki-laki yang baru lahir untuk kesehatan.

(Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×