Sudah Uji Klinis Ketiga, Vaksin Merah Putih Diharapkan Bisa Digunakan untuk Booster

Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:27 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Sudah Uji Klinis Ketiga, Vaksin Merah Putih Diharapkan Bisa Digunakan untuk Booster

ILUSTRASI. Petugas kesehatan berada di ruang vaksinasi saat dimulainya Uji Klinis Vaksin Merah Putih di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/2/2022). Vaksin Merah Putih ini nanti menjadi booster selain tentu untuk vaksin dosis pertama dan kedua.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indonesia segera memiliki vaksin Covid-19 sendiri. Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia saat ini telah memasuki uji klinis tahap ketiga.

Vaksin Merah Putih ini nanti akan menjadi vaksin booster selain tentu untuk vaksin dosis pertama dan kedua.

Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fedik Abdul Rantam mengatakan, uji klinis tahap tiga dari sisi keamanan menunjukkan hasil yang baik. Kemudian jumlah subjek untuk pelaksanaan juga sudah mencukupi target yaitu 4.005 orang .

"Uji fase tiga, Alhamdulillah baik safety-nya, dan jumlahnya sudah mencukupi 4.005 subjek, selain itu juga dimulai beberapa uji imunogenisitas," kata Fedik kepada Kontan.co.id, Rabu (10/8).

Baca Juga: Awas, Positivity Rate Covid-19 Di Jakarta Melebihi Nasional, RT Zona Merah Bertambah

Selain untuk vaksinasi primer yakni dosis satu dan dua, Fedik juga telah mengajukan proposal ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk penggunaan Vaksin Merah Putih sebagai vaksinasi booster atau dosis lanjutan.

"Peruntukan vaksin nanti tetap yang primer, tetapi sudah diajukan proposal ke BPOM untuk vaksin booster heterolog, primer remaja dan booster, serta untuk anak," imbuhnya.

Baca Juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Ini Daftar Vaksin Halal di Indonesia

Sebelumnya pada 9 Februari 2022 lalu Vaksin Merah Putih Unair bersama Biotis telah memasuki tahap uji klinis fase 1 dan dilanjutkan dengan fase 2.

Sebagai informasi, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair dengan platform inactivated virus dikembangkan menggunakan virus SARS-CoV-2 yang berasal dari pasien COVID-19 di Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru