HOME

Studi terbaru: Mutasi virus corona saat ini tak berbahaya

Senin, 30 November 2020 | 13:59 WIB   Penulis: Belladina Biananda
Studi terbaru: Mutasi virus corona saat ini tak berbahaya

ILUSTRASI. Warga melihat jendela Natal toko Macy's Herald Square di New York City, New York, Amerika Serikat, Jumat (20/11/2020).


KONTAN.CO.ID - Hasil penelitian terbaru menunjukkan, mutasi virus corona baru tak mematikan dan menyebar dengan cepat. Jadi, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dan panik, tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Mengutip dari India Times, studi tersebut melibatkan 46.723 genom pasien Covid-19 yang berasal dari 99 negara hingga Juli lalu. Dalam himpunan data tersebut, peneliti menemukan sebanyak 12.706 mutasi virus corona.

Sebanyak 398 dari 12.706 mutasi virus corona terjadi sendiri dan berlangsung secara berkelanjutan. Sedangkan 185 dari 398 mutasi terjadi secara independen sebanyak tiga kali sejak wabah Covid-19 muncul.

Para peneliti mengatakan, mutasi virus corona tersebut tak mengindikasikan ada peningkatan transmisi.

Mutasi merupakan hal yang umum atau alami yang terjadi pada virus. Meski mutasi yang sudah terjadi tak berbahaya, pemimpin penelitian Lucy van Dorp bilang, masih perlu kewaspadaan terhadap mutasi selanjutnya yang mungkin terjadi, apalagi saat vaksin digunakan.

Baca Juga: Banyak kabar baik, WHO ungkap cara kerja vaksin

Hasil penelitian tersebut memang tak mengganggu pengembangan vaksin yang saat ini sedang dikerjakan. Namun nantinya, vaksin dapat menekan virus corona untuk bermutasi agar bisa mengatasi vaksin yang digunakan.

Karena penyebaran virus corona masih terus terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Batasi kegiatan yang melibatkan banyak orang. Jika Anda terpaksa melakukan kegiatan tersebut, pastikan untuk menjaga jarak dengan orang lain dan gunakan masker secara benar.

Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir juga perlu dilakukan. Saat keadaan darurat, Anda tetap bisa menjaga kebersihan dengan memakai hand sanitizer

Selain itu, hindari risiko-risiko yang dapat meningkatkan efek infeksi virus corona, seperti obesitas dan merokok. Terapkan pola hidup sehat dengan rajin olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Selanjutnya: Kasus virus corona di Indonesia rekor lagi, ini 15 gejala virus corona menurut WHO

Editor: Belladina Biananda


Terbaru