HOME

Studi baru temukan gejala corona yang unik dan berurutan, bisa bedakan dengan flu

Jumat, 21 Agustus 2020 | 06:39 WIB Sumber: Kompas.com
Studi baru temukan gejala corona yang unik dan berurutan, bisa bedakan dengan flu

ILUSTRASI. Studi baru temukan gejala corona yang unik dan berurutan, bisa bedakan dengan flu

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Gejala corona dengan penyakit flu hampir sama. Tak ayal, banyak orang kesulitan membedakan apakah sedang mengalami gejala corona atau pilek. Namun, hasil studi terbaru menemukan gejala corona memiliki urutan yang unik.

Selama ini para pakar kesehatan menyebut gejala corona secara tidak spesifik, yaitu batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan demam. Gejala corona tersebut sama dengan gejala penyakit flu yang selama ini banyak terjadi di masyarakat.

Baca juga: Katalog promo Tupperware Agustus 2020 peralatan minum

Sebuah studi baru terhadap data yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari 55.000 kasus corona di China mengungkapkan bahwa kemunculan gejala corona memiliki pola yang unik. Data tersebut menunjukkan bahwa urutan gejala corona biasanya diawali dengan demam yang kemudian disusul oleh batuk dan nyeri otot, baru diikuti oleh mual dan muntah, dan akhirnya muncul diare.

Pola unik ini menjadi semakin jelas terlihat ketika dibandingkan dengan pola kemunculan gejala dari ribuan kasus influenza yang dikumpulkan oleh University of Michigan, hampir 150 kasus SARS di Toronto dan sejumlah kasus MERS yang dilaporkan di Korea. Influenza biasanya dimulai dengan batuk baru demam; sementara MERS dan SARS biasanya memiliki permulaan yang mirip dengan Covid-19, tetapi diare terjadi duluan sebelum mual dan muntah.

Bahkan ketika para ahli juga memperhitungkan gejala Covid-19 lain, seperti nyeri tenggorokan dan lemas, urutannya cenderung sama: demam, batuk, nyeri otot, mual dan muntah, dan diare.

Salah seorang penulis studi, Joseph Larsen yang juga peneliti biologi komputasional dan bioinformatika di University of Southern California, mengatakan, urutan dari gejala corona menjadi penting. "Mengetahui bahwa setiap penyakit memiliki perkembangan gejala yang berbeda membantu para dokter mengidentifikasikan lebih awal, apakah seseorang terkena Covid-19 atau penyakit lainnya, dan membuat keputusan penanganan yang lebih baik," ujar Larsen, seperti dilansir dari Science Alert, Kamis (20/8/2020).

Baca juga: WHO minta Eropa tidak perlu lockdown lagi gara-gara corona, ini alasannya

Temuan ini juga memperkuat anjuran untuk mengecek temperatur sebagai screening Covid-19 karena demam biasanya menjadi gejala pertama yang muncul. Menanggapi temuan yang telah dipublikasikan dalam Frontiers in Public Health ini, pakar reumatologi Bob Lahita yang tidak terlibat dalam studi berkata bahwa model gejala baru ini bisa menjadi panduan yang baik.

Memperhatikan gejala awal dari berbagai infeksi pernapasan bisa membantu membedakan gejala corona dari penyakit-penyakit lainnya, bahkan ketika gejalanya tidak muncul sama persis pada setiap orang yang terinfeksi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Covid-19 Baru Ungkap Urutan Kemunculan Gejalanya yang Unik",

Penulis : Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa

Editor: Adi Wikanto


Terbaru