kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Siloam International Hospitals (SILO) Kembangkan Pusat Penanganan Batu Saluran Kemih


Rabu, 26 Februari 2025 / 18:55 WIB
Siloam International Hospitals (SILO) Kembangkan Pusat Penanganan Batu Saluran Kemih
ILUSTRASI. Rumah Sakit (RS) Siloam ASRI berinovasi dengan meluncurkan Urinary Stone Center


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berupaya memperkuat bisnisnya di bidang kesehatan. Kali ini, SILO melalui Rumah Sakit (RS) Siloam ASRI berinovasi dengan meluncurkan Urinary Stone Center. 

Ini merupakan pusat layanan terpadu dengan teknologi mutakhir dan solusi efektif yang fokus pada penyakit batu saluran kemih (BSK).

Sebagai gambaran, BSK adalah batu yang terbentuk di ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang jarang minum air mineral dan minim aktivitas bergerak dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Saham Emiten Kesehatan Tertekan, Simak Rekomendasi Analis

Di Asia, termasuk Indonesia, prevalensi BSK berkisar 1% sampai 19,1%. Jika tidak ditangani, BSK dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kmih, retensi urine, hidronefrosis, hingga gagal ginjal.

Medical Managing Director Siloam Hospitals Group Grace Frelita menyampaikan, jumlah pasien penyakit BSK di Indonesia tergolong besar. Bahkan, RS Siloam ASRI yang telah berdiri sejak 2008 diklaim telah melakukan tindakan pengobatan dan operasi terhadap 600.000 pasien BSK hingga 2024.

Grace juga menyadari, masih banyak masyarakat Indonesia pengidap penyakit BSK yang lebih memilih berobat di luar negeri. Padahal, proses pengobatan BSK di luar negeri sama saja dengan di Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran Pencegahan Kanker, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Gelar Fun Run

Hal ini membuat SILO berupaya lebih serius menggarap bisnis layanan urologi melalui RS Siloam ASRI yang notabene memiliki spesialisasi di bidang tersebut. "Kami memiliki dokter-dokter terbaik bidang urologi terbaik di Indonesia, bahkan sudah terdengar gaungnya di mancanegara," ujar dia dalam acara peluncuran Urinary Stone Center, Rabu (26/2).

Dia menambahkan, RS Siloam ASRI yang berlokasi di Duren Tiga, Jakarta Selatan memiliki 10 dokter spesialis penyakit BSK. Urinary Stone Center di RS tersebut juga didukung oleh beberapa layanan tindakan BSK.

Di antaranya adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk penanganan batu ginjal ukuran di bawah 2 centimeter (cm), Ureterorenoscopy (URS) untuk batu ureter ukuran lebih dari 1 cm, Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) untuk batu ginjal di bawah 3 cm dengan kekerasan tinggi, serta Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) untuk batu ginjal besar lebih dari 2 cm atau sangat keras.

Teknologi Robotik

Untuk meningkatkan layanan terhadap pasien BSK, Siloam Hospitals Group akan mendatangkan beberapa teknologi robotik untuk tindakan operasi penyakit tersebut. Merek robot ini adalah Da Vinci yang diimpor langsung dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Rencana SILO Akuisisi Rumah Sakit di Bawah First REIT, Nilai Asetnya Ditaksir Rp 8 T

Sayangnya, Manajemen SILO tidak menjabarkan nilai investasi pengadaan teknologi mutakhir tersebut. Terlepas dari itu, CEO RS Siloam ASRI Lily Widya WInata menyampaikan, saat ini pihaknya telah melakukan proses pra pemesanan untuk robot Da Vinci, serta masih ada proses terkait birokrasi dan lisensi yang perlu dilalui.

Nantinya, robot urologis ini akan dipasang di RS Siloam Kebon Jeruk lantaran di sana punya layanan multispesialis. Saat ini pun SILO sedang merenovasi bangunan RS Siloam Kebon Jeruk sembari menunggu robot tersebut tiba.

"Nanti pasien BSK di RS Siloam ASRI bisa dikirim ke RS Siloam Kebon Jeruk jika butuh tindakan operasi dengan robot," jelas Lily dalam kesempatan yang sama.

Di luar itu, Lily memastikan adanya Urinary Stone Center memungkinkan RS Siloam ASRI memiliki one stop service di bidang penyakit BSK. Dalam hal ini, pasien bisa datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) atau Poli Urologis untuk melakukan CT Scan dan mengetahui hasilnya lebih cepat, sehingga tindakan penanganan BSK bisa segera dilakukan.

Baca Juga: Sight Investment Tambah Kepemilikan 1,04 Miliar Saham di Siloam (SILO)

"Jadi pasien tidak perlu datang berkali-kali ke RS hanya untuk mengetahui penyakit BSK seperti apa yang dideritanya," kata Lily.

Sebagai catatan, RS Siloam ASRI memiliki 79 kamar yang terdiri dari kamar perawatan , kamar persainan, ICU, HCU, dan kamar isolasi. 

Selanjutnya: OJK: Kebijakan DHE SDA yang Baru Kerek Cadangan Devisa dan Menarik Minat Eksportir

Menarik Dibaca: Bali Soap Luncurkan Produk Body Butter dan Hand Cream Terbaru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×