Siloam Hospitals Ambon Implementasikan Metode Terbaru Dalam Proses Melahirkan Caesar

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:57 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Siloam Hospitals Ambon Implementasikan Metode Terbaru Dalam Proses Melahirkan Caesar

ILUSTRASI. Ibu dan bayi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sehubungan maraknya selebriti Indonesia yang melakukan proses lahiran secara caesar dengan metode ERACS, telah menjadi perbincangan yang hangat di tengah masyarakat kita dan digandrungi oleh ibu-ibu hamil masa kini jika dibandingkan metode caesar konvensional.

Prosedur ERACS (Enhanced Recovery After Caesarean Surgery) ini sendiri merupakan pengembangan dari konsep Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang awalnya digunakan pada operasi bedah digestif atau operasi bedah umum.

Metode ERACS ini sendiri sebenarnya sudah dapat dilakukan sejak lama, tetapi baru kembali booming di masa pandemi ini, dimana pasien mengharapkan dapat lebih cepat pulang ke rumah dibandingkan menghabiskan waktu yang lebih lama di rumah sakit karena khawatir dapat terpapar atau terinfeksi virus.

Metode ERACS sendiri sudah diterapkan di Siloam Ambon sejak tahun lalu secara bertahap, tetapi baru dilakukan secara sempurna sejak 9 September 2021 hingga sekarang.

Kurang lebih sudah sebanyak 40 kasus melahirkan di Siloam Ambon yang berhasil menggunakan metode ERACS sejak September hingga Desember 2021.

Baca Juga: Ini Hotel dan RS di Jakarta untuk Isolasi Pasien Covid-19 dari Perjalanan Luar Negeri

“Metode ERACS ini lebih unggul dikarenakan proses recovery yang lebih cepat, painless atau rasa nyeri yang sangat sedikit, mobilisasi pasien lebih cepat dan lebih baik, pasien dapat lebih cepat pulang dan berkumpul dengan keluarga. Itu adalah konsep ERACS yang kami pegang sebagai tim dokter dan seluruh tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien di Siloam Ambon," kata dr. Ida Bagus Gita Dharwa Wibawa, SpAn (Spesialis Anastesi), pada acara media gathering dengan tema Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS), Jumat (14/1/2022).

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Maluku, dr. Markus Daniel Taliak, SpOG memaparkan perbedaan antara metode ERACS dan metode konvensional itu sendiri.

“Pada persiapan melahirkan caesar dengan metode ERACS ini juga terdapat beberapa perbedaan dengan metode konvensional. Perbedaan ini bisa ditemukan sejak proses persiapan operasi, dimana pada metode konvensional pasien diharuskan untuk puasa makan 8 jam sebelum operasi,” ujarnya.

“Sedangkan pada metode ERACS ini 8 jam sebelum operasi pasien masih dapat makan dengan bebas, 6 jam sebelum operasi masih dapat mengonsumsi makanan yang ringan, bahkan 2 jam sebelum operasi pasien diarahkan untuk mengonsumsi cairan berkalori, seperti air gula dengan harapan sang pasien memiliki energi optimal dan mengurangi rasa stress pada pasien hal ini bertujuan untuk membantu proses pemulihan pasien pascaoperasi nanti," katanya.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru