Siapa saja yang perlu melakukan testing Covid-19?

Kamis, 04 Februari 2021 | 09:00 WIB   Reporter: Lidya Yuniartha
Siapa saja yang perlu melakukan testing Covid-19?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Wabah/ Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai bahwa testing atau pemeriksaan Covid-19 tidak perlu rutin dilakukan oleh masyarakat.

Menurut Pandu, pemeriksaan Covid-19 penting dilakukan untuk orang-orang yang berisiko, seperti orang yang baru bertemu dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Karena itu, dia pun mengatakan bahwa  seseorang yang terkena Covid-19 perlu mengumumkan statusnya supaya upaya tracing bisa dilakukan.

"Itulah pentingnya mengumumkan status (positif Covid-19). Kalau tidak mengumumkan status itu tidak punya tanggung jawab atau etika, apalagi kalau pejabat publik, dia kan bertemu banyak orang, itu bisa terjadi penularan," ujar Pandu kepada Kontan.co.id, Rabu (3/2).

Dia menambahkan, bila seseorang tersebut baru saja melakukan kontak dengan orang yang positif Covid-19, maka perlu dilakukan pemeriksaan, supaya yang bersangkutan pun bisa melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (3/2): Tambah 11.984 kasus baru, jauhi kerumunan

Lebih lanjut, Pandu juga mengungkap bahwa orang-orang yang perlu melakukan tes Covid-19 adalah yang merasakan gejala Covid-19, misalnya yang tiba-tiba mengalami demam dan gejala lainya.

Terkait dengan test Covid-19 ini, Pandu pun mengungkit Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menyebut tentang sistem pemeriksaan Covid-19 Indonesia yang dianggap salah secara epidemiologi, mengingat banyak pemeriksaan yang tidak perlu yang dilakukan.

Salah satunya orang-orang yang diperiksa setiap hari karena harus ke Istana kepresidenan. "Kan itu setiap hari testing, nah itu tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari data testing," ujarnya.

Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru