kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Sering Dijadikan Lauk! Ini 7 Manfaat Tahu untuk Kesehatan


Selasa, 04 April 2023 / 12:19 WIB
Sering Dijadikan Lauk! Ini 7 Manfaat Tahu untuk Kesehatan
ILUSTRASI. Tahu bermanfaat mencegah penyakit jantung.


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahu terbuat dari susu kedelai. Ini manfaat tahu yang kaya nutrisi. 

Tahu, salah satu makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh sebagian besar masyarakat. 

Baca Juga: Minum Kopi Terbukti Bisa Mencegah Asam Urat Tinggi pada Laki-Laki

Selain rasanya yang lezat dan gurih, tahu mudah diolah menjadi berbagai menu makanan. 

Sekedar info, tahu terbuat dari susu kedelai yang kental kemudian ditekan-tekan menjadi balok putih yang padat. 

Tahu termasuk dalam makanan yang kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram tahu mengandung: 

  • 144 Kalori 
  • Protein 17 gram  
  • Karbohidrat 3 gram 
  • Lemak 9 gram 
  • Kalsium 
  • Mangan 
  • Tembaga 
  • Selenium 
  • Vitamin A 
  • Fosfor 
  • Seng 
  • Magnesium 
  • Zinc 

Manfaat tahu untuk kesehatan 

Tahu yang dikonsumsi secara rutin memberikan banyak manfaat untuk kesehatan seperti: 

1. Mencegah penyakit jantung 

Tahu terbuat dari kedelai yang telah terbukti bisa mencegah penyakit jantung. 

Sebuah ulasan terbaru menunjukkan bahwa protein kedelai bis amenurunkan kolesterol jahat sebesar 3%-4% sekaligus mengurangi kadar kolesterol total. 

Para ahli percaya bahwa kombinasi serat, protein, dan isoflavon dalam tahu bisa menjaga kesehatan jantung. 

2. Mencegah kanker payudara 

Sebuah tinjauan tahun 2019 menunjukkan bahwa perempuan yang makan makanan kaya kedelai mungkin 16% lebih kecil kemungkinannya meninggal setelah diagnosis kanker. 

Perempuan pascamenopause dan bukan pramenopause yang menjalankan diet kaya kedelai sebelum dan sesudah diagnosis kanker payudara mungkin 28% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kekambuhan kanker setelah kanker mereka sembuh. 

Penelitian lain melaporkan bahwa perempuan pra dan pascamenopause yang menjalankan diet kaya kedelai mungkin memiliki risiko kanker 27% lebih rendah. 

Ulasan baru tentang penelitian tahu menunjukkan bahwa perempuan yang secara teratur makan tahu mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 32%. 

Selain mencegah kanker payudara, diet kaya kedelai bisa mencegah kanker endometrium, usus besar, lambung, dan prostat. 

3. Mencegah diabetes 

Hasil tinjauan penelitian tahun 2020 menyimpulkan bahwa peserta yang makan tahu secara teraturlebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe 2. 

Dalam penelitian lain yang lebih tua, orang dengan diabetes gestasional yang makan makanan kaya protein kedelai selama enam minggu memiliki kadar gula darah dan insulin yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. 

4. Menguatkan tulang 

Sebuah ulasan terbaru menunjukkan kandungan isoflavon dalam kedelai bisa membantu mengurangi tulang keropos atau meningkatkan kepadatan mineral dalam tulang. 

5. Peningkatan fungsi otak 

Hasil penelitian baru mencatatkan bahwa isoflavon kedelai bisa meningkatkan daya ingatan, perhatian, kecepatan pemrosesan, dan fungsi otak secara keseluruhan pada beberapa orang dewasa. 

6. Mengurangi gejala menopause 

Isoflavon dalam kedelai bisa membantu mengurangi gejala menopause, termasuk kelelahan, gangguan mood, dan hot flashes. 

7. Antidepresan 

Sebuah penelitian pada orang hamil menunjukkan bahwa makan rata-rata 49 gram tahu per hari bisa mengurangi risiko depresi selama kehamilan sampai 28%. 

Baca Juga: 5 Rempah-Rempah Ini Bikin Asam Urat Kabur Tak Lagi Kembali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×