kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sepekan, Sebanyak 500.000 Anak Usia 6-11 Tahun Sudah Divaksin Covid-19


Selasa, 21 Desember 2021 / 06:15 WIB
Sepekan, Sebanyak 500.000 Anak Usia 6-11 Tahun Sudah Divaksin Covid-19


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6 tahun-11 tahun sudah berjalan selama sepekan. Sepekan pelaksanaannya kini sudah lebih dari 500.000 anak menerima suntikan dosis pertama vaksinasi Covid-19.

"Pantauan kami di sistem lebih dari 500.000 yang divaksinasi, ini tentu dari sasaran 26,5 juta masih jauh. Tetapi kan karena baru jadi belum semua kabupaten/kota [memulai]. Jadi saya kira vaksinasi berjalan lancar aman dan peminatnya tentu makin lama makin banyak," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu dalam Dialog Produktif Senin secara virtual (20/12).

Pelaksanaan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun saat ini menggunakan kriteria tertentu. Daerah dapat memulai vaksinasi kelompok ini jika vaksinasi dosis pertama  pada masyarakat umum telah mencapai 70% dan lansia sebesar 60%.

Maxi menjelaskan, penerapan kriteria tersebut ditujukan agar kabupaten/kota yang belum mencapai kriteria tersebut dapat segera mendorong percepatan didaerahnya.

"Daerah-daerah yang belum melakukan vaksinasi yang di luar usia 6 tahun sampai 11 tahun itu harus digenjot. Supaya apa namanya prioritas lansia sudah dilakukan dan prioritas masyarakat umum juga sudah sehingga baru masuk ke anak. Tahun ini semua kelompok prioritas," imbuhnya.

Baca Juga: Omicron Makin Menyebar, Pemerintah Tambah WNA dari 3 Negara Dilarang Masuk Indonesia

Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Kemenkes telah menerapkan beberapa strategi. Diantaranya selain di puskesmas dan rumah sakit, pelaksanaan vaksinasi anak dapat dilakukan di sekolah.

Oleh karenanya, Kemenkes menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam percepatan vaksinasi anak.

Selanjutnya, kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh agama juga dilakukan dalam percepatan vaksinasi anak. Sosialisasi untuk meyakinkan orang tua agar memvaksinasi anaknya juga menjadi strategi yang diterapkan.

"Makanya divaksinasi di sekolah itu memang sebaiknya didampingi orang tua supaya orang tua juga bisa melihat. Nantinya kelompok-kelompok orang tua dan siswa itu mereka menjelaskan ke anak lain atau orang tua lain bahwa anaknya divaksin tidak apa-apa," kata Maxi.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Profesor Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan pentingnya anak-anak untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Meski anak usia 6-11 tahun biasanya tanpa gejala jika terpapar Covid-19. Namun potensi anak usia tersebut menularkan kepada orang lain jika terpapar tetap tinggi.

"Harus diingat mereka juga bisa jadi berat karena komplikasi dan sebagainya terutama yang mempunyai komorbid. Walaupun mereka OTG tetapi mereka bisa menularkan orang tuanya di rumah bahkan nenek kakek yang belum divaksinasi," ujar Sri.

Vaksinasi kepada anak penting mengingat di Indonesia sudah Melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Meski terbatas namun potensi anak bertemu banyak orang saat bersekolah tinggi. Maka penting memproteksi anak melalui vaksinasi.

"Jadi bukan hanya gurunya dan juga orang-orang sekitarnya di sekolah tetapi juga anak-anak harus supaya tidak menular atau tertular. Jangan sampai nanti kalau dibuka sekolahan kemudian ada klaster baru dari sekolah," imbuhnya.

Baca Juga: Masih Terapkan PPKM Level, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat Kalau Kasus Naik Lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×