Selain Sakit Saat Menelan, Ini Gejala Gondongan

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:30 WIB Sumber: Kompas.com
Selain Sakit Saat Menelan, Ini Gejala Gondongan

ILUSTRASI. Ilustrasi. Godongan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gondongan, penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Ini gejala gondongan yang harus Anda ketahui.  

Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari golongan paramycovirus. 

Baca Juga: Selain Bisa Mengobati Kencing Batu, Ini Manfaat Kencur untuk Kesehatan

Virus ini dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur, sekresi hidung, dan kontak pribadi yang dekat. 

Virus yang masuk ke dalam tubuh akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan pada kelenjar parotis.  

Kelenjar parosis adalah kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi air liur. 

Gondongan pada umumnya menyerang orang yang tidak divaksinasi dan terjadi di lingkungan kontak dekat, seperti sekolah atau kantor. 

Gejala gondongan

Merangkum NHS, gejala gondongan biasanya berkembang 14 sampai 25 hari setelah terinfeksi virus gondongan. 

“Penundaan” ini dikenal sebagai masa inkubasi. Masa inkubasi rata-rata sekitar 17 hari. 

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin muncul ketika gejala gondongan brkembang: 

1. Pipi bengkak 

Tanda utama dari gondongan adalah pembengkakan kelenjar parotis yang menyebabkan pipi mengembang. 

Kelenjar parotis adalah sepasang kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi air liur.  

Oleh sebab itu, kelenjar parotis biasa disebut juga sebagai kelenjar ludah. 

Kelenjar ini terletak di kedua sisi wajah, tepat di bawah telinga. 

Kedua kelenjar biasanya terpengaruh oleh pembengkakan, meski terkadang bisa juga hanya satu kelenjar yang terpengaruh. 

2. Nyeri dan kesulitan menelan 

Pembengkakan pada kelenjar ludah sendiri dapat menyebabkan rasa nyeri dan kesulitan menelan. 

3. Gejala lainnya 

Gejala yang lebih umum sering berkembang beberapa hari sebelum kelenjar parotis membengkak. Ini Kata Dokter Ini bisa termasuk: 

  • Sakit kepala 
  • Nyeri sendi 
  • Merasa sakit 
  • Mulut kering 
  • Sakit perut ringan 
  • Merasa lelah 
  • Kehilangan selera makan 
  • Suhu tinggi (demam) 38 derajat 
  • Celcius atau lebih 

Jika Anda mencurigai adanya gondongan, penting untuk segera menghubungi dokter. 

Meskipun infeksinya biasanya tidak serius, gondongan memiliki gejala yang mirip dengan infeksi lain yang lebih serius, seperti demam kelenjar dan tonsilitis. 

Jadi, yang terbaik adalah mengunjungi dokter, sehingga mereka dapat memastikan (atau mengesampingkan) diagnosis gondongan. 

Penting juga untuk memberi tahu dokter terlebih dahulu jika Anda ingin berkunjung, sehingga pengaturan dapat dibuat untuk menghindari penyebaran virus ke orang lain terutama di ruang tunggu. 

Seperti diketahui, gondongan sangat menular sekitar sembilan hari setelah gejala muncul. 

Komplikasi gondongan

Komplikasi gondongan memang jarang terjadi, tetapi beberapa berpotensi serius, sehingga patut diwaspadai. 

Melansir Mayo Clinic, kebanyakan komplikasi gondongan melibatkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh lain, seperti: 

1. Testis 

Kondisi ini yang dikenal sebagai orkitis, menyebabkan salah satu atau kedua testis membengkak pada pria yang telah mencapai masa pubertas. 

Orkitis itu menyakitkan, tetapi jarang menyebabkan ketidakmampuan menjadi ayah bagi seorang anak (kemandulan). 

2. Otak 

Infeksi virus seperti gondongan dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis). Ensefalitis dapat menyebabkan masalah neurologis dan mengancam jiwa. 

3. Membran dan cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang 

Kondisi ini, yang dikenal sebagai meningitis, dapat terjadi jika virus gondongan menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sistem saraf pusat. 

4. Pankreas 

Tanda dan gejala kondisi ini, yang dikenal sebagai pankreatitis, termasuk nyeri di perut bagian atas, mual, dan muntah. 

5. Komplikasi lain 

Komplikasi lain dari gondongan termasuk: 

Kehilangan pendengaran. Kehilangan pendengaran dapat terjadi di salah satu atau kedua telinga. Meski jarang, gangguan pendengaran terkadang permanen

Masalah jantung. Meski jarang terjadi juga, gondongan tetap saja telah dikaitkan dengan detak jantung abnormal dan penyakit otot jantung 

Keguguran, di mana gondongan saat wanita hamil, terutama di awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran

Baca Juga: 7 Manfaat Jus Nanas untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Kesehatan Jantung

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Gejala Gondongan yang Perlu Diwaspadai", 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru