Selain parasetamol, ini obat penurun panas yang bisa dibeli di apotik

Senin, 24 Mei 2021 | 13:19 WIB Sumber: Kompas.com
Selain parasetamol, ini obat penurun panas yang bisa dibeli di apotik

ILUSTRASI. Selain parasetamol, ini obat penurun panas yang bisa dibeli di apotik

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Tak perlu panik jika suhu badan terasa panas atau demam. Ada banyak obat penurun panas yang bisa didapatkan di apotik tanpa harus membawa resep dokter.

Badan panas atau demam sebenarnya bukanlah suatu penyakit. Dilansir dari Mayo Clinic, demam merupakan salah satu mekanisme tubuh ketika bereaksi terhadap sesuatu yang dianggap tidak normal, seperti infeksi virus atau bakteri.

Tujuan kenaikkan suhu tubuh tersebut adalah agar kuman tidak nyaman berada di dalam tubuh. Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan sistem pertahanan tubuh.

Demam membuat sel-sel darah putih lebih aktif dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Jadi, demam punya fungsi yang baik bagi kesehatan.

Obat penurun panas

Demam yang menjadi gejala penyakit tidak berbahaya sebetulnya tidak perlu diobati. Pasalnya, apabila setiap kali demam seseorang minum obat penurun panas, hal itu bisa menghentikan kerja tubuh normal dalam melawan kuman dan meningkatkan imunitas.

Jadi, sebaiknya pada kondisi tertentu saja obat penurun panas perlu dikonsumsi. Misalnya, demam berpotensi menyebabkan risiko buruk seperti dehidrasi dan kejang jika dibiarkan. Pada bayi, obat demam bisa diberikan ketika mereka rewel dan kurang istirahat.

Setidaknya ada tiga jenis obat penurun panas yang bisa diberi bebas tanpa resep dokter. Ketiga jenis obat penurun panas tersebut, yakni paracetamol dan obat-obatan dari golongan antiinflamasi non steroid (AINS), seperti ibuprofen dan aspirin.

Baca juga: Selain obat, ini cara menurunkan darah tinggi, gula darah, asam urat, dan kolesterol

Aturan penggunaan obat penurun panas

1. Ibuprofen

Selain sebagai obat penurun panas, ibuprofen juga obat meredakan peradangan atau inflamasi dan nyeri di tubuh. Dilansir dari Buku Orangtua Cermat Anak Sehat (2012) karya dr. Arifianto, Sp.A, ibuprofen hanya boleh digunakan pada anak berusia di atas enam bulan dan tidak boleh diberikan kepada seseorang dengan gejala muntah berulang.

Salah satu efek samping ibuprofen adalah iritasi pada saluran cerna dan menyebabkan muntah, sehingga dikhawatirkan jika diberikan kepada anak demam dengan muntah khususnya, justru akan memperberat gejala muntah.

Editor: Adi Wikanto
Terbaru