Selain harga skincare, ibu hamil harus pertimbangkan ini untuk memilih skincare

Kamis, 11 Juni 2020 | 06:56 WIB Sumber: Kompas.com
Selain harga skincare, ibu hamil harus pertimbangkan ini untuk memilih skincare

ILUSTRASI. Tawaran kemitraan usaha kulit wajah dari Surabaya, Jawa Timur, bernama The Emdee Skin Clinic. Foto: Dok The Emdee Skin Clinic


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga skincare menjadi salah satu pertimbangan untuk perawatan kulit.

Namun bagi ibu hamil, pertimbangan kesehatan masalah kulit jangan hanya mempertimbangkan harga skincare.

Selain harga skincare, ibu hamil juga harus mempertimbangan potensi masalah kulit yang bisa terjadi dan efek penggunaan skincare bagi janin..

Ibu hamil bisa mengalami beragam masalah kulit seperti jerawat, bercak hitam, sampai kulit kusam.

Agar tidak menganggu penampilan, permasalahan kulit ini membutuhkan produk perawatan kulit ( skincare). Namun, pemilihan produk skincare untuk ibu hamil dan menyusui tak boleh asal-asalan.

Baca juga:  Harga mobil bekas Kijang Innova diesel Juni 2020 makin terjangkau

"Ibu hamil perlu cermat dalam memilih produk skincare selama kehamilan," jelas dokter kulit Allison Sutton berbasis di Kanada AS, seperti dilansir Today's Parent.

Menurut Sutton, beberapa bahan produk sabun, losion, dan makeup ada yang bisa membahayakan kehamilan, janin, bahkan sampai mencemari ASI.

"Periksa setiap bahan produk skincare untuk wajah maupun tubuh. Jika ada yang ragu-ragu, jangan segan tanyakan kepada dokter," kata dia.

Skincare untuk wajah ibu hamil

Melansir Parents, salah satu problem kulit pada ibu hamil adalah jerawat.

Untuk mengobati jerawat akibat perubahan hormon selama hamil dan menyusui, ada beberapa produk skincare yang wajib dihindari.

Hindari penggunaan retinoid, vitamin A (termasuk produk turunannya seperti Retin-A dan Renova), asam salisilat, dan asam beta-hidroksi semasa hamil.
Selain itu, hindari penggunaan tabir surya kimia dengan bahan dasar avobenzone, homosalate, octisalate, octocrylene, oxybenzone, oxtinoxate, menthyl anthranilate, dan oxtocrylene.

Bahan produk skincare tersebut rentan membahayakan pertumbuhan janin.

Ibu hamil juga tetap perlu teliti memeriksa komposisi bahan skincare jika ingin menggunakan produk berbasis organik atau bahan alami.

Pastikan semua bahannya bebas dari rekomendasi bahan yang sudah disebutkan di atas.

Apabila ibu hamil ingin melakukan perawatan seperti facial, pastikan juga bahan yang digunakan aman untuk kehamilan.

Baca juga: Inilah nilai tukar rupiah di money changer Jakarta saat kurs rupiah tembus 14.000 per dolar

Skincare untuk tubuh ibu hamil

Ibu hamil jamak mengalami problem kulit kering, kusam, selulit, dan varises semasa mengandung.

Ahli merekomendasikan ibu hamil untuk menggunakan bahan pelembab berbasis gliserin atau shea butter yang relatif aman digunakan saat hamil.

Penggunaan krim untuk mengatasi selulit saat hamil tidak direkomendasikan.

Pasalnya, krim antiselulit jamak mengandung retinol, DMAE, dan vitamin A.

Bahan-bahan tersebut bisa membahayakan pertumbuhan janin.

Untuk mengatasi varises saat hamil, ibu hamil juga tak perlu khawatir berlebihan.

Olahraga secara teratur dapat meminimalkan risiko varises pada ibu yang tengah mengandung.

Ibu hamil juga perlu waspada terkait penggunaan produk antiperspiran untuk mencegah bau badan. Hindari segala skincare dengan bahan aluminium klorida heksahidrat dan aluminium klorohidrat.

Para wanita yang sedang mengandung juga disarankan berhati-hati saat menggunakan produk pelurus rambut, pewarna rambut, cat kuku, lem bulu mata, dan pewangi sintetis.

Jauhi bahan skincare atau produk perawatan yang bisa membahayakan janin seperti formaldehyde, phthalates, asam tioglikolat, toluene, dan paraben.

Agar lebih aman, ibu hamil baiknya mengonsultasikan setiap produk skincare untuk wajah maupun tubuh selama kehamilan kepada dokter yang menangani.
(Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Panduan Aman Memilih Skincare untuk Ibu Hamil",

Editor: Adi Wikanto


Terbaru