kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Sediakan dua alat ini untuk keselamatan pasien corona saat isolasi mandiri di rumah


Rabu, 17 Februari 2021 / 05:10 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Tidak semua orang yang terinfeksi virus corona harus menjalani perawatan di rumah sakit. Orang yang positif virus corona dan bertatus tanpa gejala (OTG) cukup menjalani isolasi mandiri. Namun, untuk isolasi mandiri di rumah, dokter menyarankan pihak keluarga menyediakan dua alat kesehatan.

Isolasi mandiri di rumah bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi pasien Covid-19. Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri harus mencegah terjadinya pemburukan kondisi kesehatan.

Misalnya, gejala demam atau happy hipoxia, terjadinya penurunan kadar saturasi oksigen pada pasien tanpa disadari bahkan oleh penderita itu sendiri.

Ketika isolasi mandiri karena Covid-19, apa saja yang harus dipersiapkan?

Dokter umum yang juga kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, dr. Adam Prabata, menyebutkan, setidaknya ada dua perangkat yang esensial untuk disediakan di rumah saat menjalani isolasi mandiri Covid-19. Dua alat itu adalah pulse oximeter dan termometer.

"Kalau setahu saya yang penting di rumah itu kalau konteksya alat pemeriksaan adalah pulse oximeter dan termometer," kata dr. Adam saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Pulse oximeter merupakan sebuah alat yang berguna untuk mengetahui kadar saturasi oksigen seseorang. Seperti diketahui, Covid-19 bisa menimbulkan gejala sesak napas dan demam pada penderitanya.

Baca juga: Tak hanya denda, ini sanksi jika tolak vaksin Covid-19

Jadi, kedua alat tersebut dianggap penting untuk mengetahui perkembangan kondisi penderita, apakah stabil, atau mengalami penurunan. Ia mengatakan, pemantauan kondisi melalui kedua alat ini sebaiknya dilakukan secara konsisten pada waktu yang sama. "Keduanya baiknya dilakukan pemeriksaan setiap pagi dan hasilnya dicatat. Sebetulnya enggak ada aturan pasti harus pagi atau sore harinya, itu untuk pengingat saja, mau lebih sering juga silakan," jelas dia.

Sementara, untuk oksigen, Adam menyebutkan, belum ada anjuran yang dikeluarkan untuk menyediakannya di rumah selama masa isolasi mandiri. Jika ada hasil pengukuran yang tidak baik, maka pasien harus segera melapor ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapat tindak lanjut.




TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×