Kesehatan Umum

Saat pandemi, begini protokol kesehatan penting untuk ibu hamil

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 10:55 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Saat pandemi, begini protokol kesehatan penting untuk ibu hamil

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ibu hamil sebisa mungkin diam di rumah untuk menjaga kesehatan janinnya di masa pandemi virus corona baru, kecuali keluar untuk kontrol rutin ke rumahsakit. 

Meski begitu, spesialias obstetri dan ginekologi RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, dr. Kathleen Juanita Gunawan, Sp.OG mengatakan, jangan sampai pandemi membuat ibu hamil takut untuk melakukan pengecekan kehamilan. 

"Harus cek, terutama tiga bulan akhir menjelang persalinan yang berdampak pada kesehatan janin dalam kandungannya," ujar  Kathleen dalam talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, Jakarta, Rabu (13/10), dikutip dari laman covid19.co.id.

Menurut Kathleen, bagi ibu hamil dengan risiko kehamilan rendah, untuk cek kehamilan minimal enam kali. Yakni, di bawah tiga bulan, trimester kedua sekitar tujuh bulan, dan di atas tujuh bulan sampai melahirkan. 

Baca Juga: Punya gejala khas, ini gejala virus corona pada lansia dan komorbid

Sedangkan untuk ibu hamil berisiko tinggi, seperti memiliki penyakit diabetes, hipertensi, asma, perlu lebih sering melakulan pengecekan untuk memastikan kondisi kesehatan kandungannya. 

Termasuk juga ibu yang punya riwayat kehamilan sebelumnya berisiko, misalnya, bayi meninggal dalam kandungan, lahir prematur, atau gangguan pertumbuhan, perlu kontrol lebih sering. 

Hanya, Kathleen bilang, sampai saat ini belum ada rekomendasi, bagaimana cara paling aman proses persalinan mencegah Covid-19. Tapi, kembali pada indikasi, apakah ada gejala pada ibu hamil atau bayi yang harus dilakukan tindakan. 

Selain rutin kontrol kesehatan, ibu hamil harus patuh menerapkan protokol kesehatan untuk kesehatan diri dan janin dalam kandungannya. Biasakan pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir. 

"Sebisa mungkin tetap di rumah, kecuali keluar untuk memeriksakan kesehatan kandungan," imbuh Kathleen.

Selanjutnya: Kasus Covid-19 dekati 350.000, ini 15 gejala virus corona menurut WHO

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru