Produk dan Layanan

RS Hasan Sadikin Bandung mampu kurangi pasien Covid-19 dengan plasma convalescent

Sabtu, 20 Juni 2020 | 23:40 WIB   Reporter: Yudho Winarto
RS Hasan Sadikin Bandung mampu kurangi pasien Covid-19 dengan plasma convalescent

ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan terkait WNI yang terinfeksi virus Covid-19 di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta, Senin (3/2/2020). Dua WNI dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 atau virus corona pasca berkontak langsung de

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mampu mengurangi jumlah pasien Covid-19 dengan metode plasma convalescent.

Tak hanya mengurangi jumlah pasien, dengan metode tersebut pasien Covid-19 pun menjadi sembuh.

Keberhasilan RSHS dalam menggunakan metode plasma convalescent itu ia dapatkan dari penjelasan Dirut RSHS. Saat itu Menkes Terawan bersama Manko PMK Muhadjir Effendy tengah meninjau kesiapan RS rujukan Covid-19 se Jawa Barat tersebut dalam menghadapi masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Metode plasma convalescent merupakan terapi yang menggunakan bagian plasma darah penyintas Covid-19 yang telah sembuh. Plasma darah tersebut ditransfusikan ke tubuh pasien positif COVID-19.

Golongan darah antara pendonor dan pasien yang akan menerima donor plasma tersebut harus sama.

Baca Juga: Khofifah ajak survivor Covid-19 donor plasma demi kesembuhan pasien corona

Saat seseorang terinfeksi virus corona, sistem imun tubuhnya akan mulai memproduksi antibodi, khususnya sel pelindung yang mengenali dan melawan virus corona. Ketika pasien dinyatakan sembuh, antibodi ini akan tersimpan dengan sendirinya dalam darah.

Menkes Terawan mengapresiasi kemampuan RSHS dalam menggunakan metode plasma convalescent.

''Kondisi ini jelas baik karena penurunan pasien yang dirawat bisa meminimalisir orang meninggal akibat virus tersebut,'' katanya dilansir dari laman Kemkes.go.id, Sabtu (20/6).

Selain itu, Menko PMK Muhadjir Effendy mengapresiasi metode yang dilakukan oleh RSHS.

''Hasil dari metode ini berdampak baik bagi pasien. Penerapan pengobataan menggunakan plasma ini yang direkomedasikan Kemenkes bisa digunakan untuk seluruh Indonesia,'' kata Muhadjir.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru