kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pubertas bisa jadi awal obesitas


Rabu, 21 September 2016 / 12:14 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Banyak remaja yang mengalami lonjakan berat badan kala memasuki masa pubertas. Para ilmuwan mengatakan, mereka telah memahami mengapa hal tersebut terjadi.

Rupanya, lanjut peneliti, saat memasuki masa remaja, anak-anak cenderung membakar hingga 500 kalori lebih sedikit per hari ketimbang anak-anak dengan usia yang lebih muda. Peneliti berspekulasi, hal ini sedikit banyak berhubungan dengan sifat evolusi.

Profesor Terry Wilkin, yang memimpin penelitian, mengatakan, “Saat memasuki usia puber, tubuh manusia sedang berevolusi dengan melakukan banyak perubahan. Tubuh akan menjaga kalori agar memiliki cukup cadangan energi demi mendukung perubahan selama masa pubertas. Sehingga tubuh akan membakar kalori lebih sedikit.”

“Hanya saja, di masa sekarang, anak-anak cenderung memiliki kalori yang cukup setiap hari. Sehingga, bila anak mengasup makanan yang lebih banyak dari biasanya, ini bisa menjadi awal mulanya kelebihan berat badan."

Namun, selain hal tersebut, peneliti juga menekankan, remaja cenderung berolahraga lebih sedikit dari anak-anak yang lebih muda. Inilah yang kemudian menyebabkan remaja mengasup kalori berlebih, hal tersebut telah dikaitkan dengan obesitas.

Kabar baiknya, pada usia 16 ke atas, peneliti menemukan bahwa pengeluaran kalori oleh tubuh mulai mendaki lagi. Jadi, remaja punya kesempatan untuk membakar kalori lebih banyak sebelum memasuki usia 20an.

Bila anak-anak remaja mengalami kasus kelebihan berat badan, orangtua disarankan untuk mengajak anak remaja mereka bergerak aktif, seperti mendorong mereka mengikuti olahraga yang disukai, atau berolahraga rutin saat akhir pekan. Sehingga, kasus obesitas saat pubertas tidak akan berlangsung selamanya. (Bestari Kumala Dewi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×