Program Bayi Tabung Klinik Blastula IVF Berhasil Hadirkan Bayi ke-100

Selasa, 27 September 2022 | 11:24 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Program Bayi Tabung Klinik Blastula IVF Berhasil Hadirkan Bayi ke-100

ILUSTRASI. Klinik fertilitas Blastula IVF dari Siloam Hospital melalui program bayi tabung

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Klinik fertilitas Blastula IVF dari Siloam Hospitals Sriwijaya (Rumah Sakit Siloam Palembang) berhasil menghadirkan proses kelahiran bayi ke-100 melalui program layanan bayi tabung. Klinik Blastula IVF merupakan pusat fertilitas pertama di Sumatera Selatan dan pertama di Jaringan RS Siloam, yang mulai beroperasi pada Mei 2021.

Kesuksesan tersebut sesuai dengan visi misi layanan klinik Blastula IVF, yaitu untuk dapat membantu pasangan suami istri guna mewujudkan impian memiliki garis keturunan, melalui metode yang telah teruji dengan dukungan teknologi terkini  dan tim Paramedis yang mumpuni di bidangnya.

Disampaikan Direktur RS Siloam Sriwijaya Palembang dr Bona Fernando MARS., kelahiran bayi ke-100 melalui program bayi tabung ini merupakan momentum spesial bagi seluruh layanan kesehatan di Sumatera Selatan, khususnya di kota Palembang.  

"Ini adalah momentum yang sangat berarti bagi kalangan medis. Prestasi dan perjuangan yang patut diingat dan disyukuri. Dengan momentum lahirnya bayi tabung ke-100 ini, saya sampaikan bahwa masyarakat di Indonesia tidak perlu lagi harus ke luar negeri untuk mencari layanan fertilitas agar mendapatkan keturunan melalui kelahiran sang bayi. Cukup datang ke kota Palembang untuk mengikuti proses program kehamilan di Klinik Blastula IVF," kata dr. Bona Fernando MARS dalam siaran persnya, Selasa (27/9).

Baca Juga: Apa Itu Kehamilan Ektopik? Ini Penjelasan Lengkpanya

Dalam syukuran perayaan tersebut, dr. Bona didampingi orang tua dari pemilik bayi ke-100 yang sejak awal secara intensif mengikuti program kehamilan bayi tabung di klinik Blastula IVF, yaitu Ade Pramanja dan Yeni Atilapiah, yang berdomisili di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya pasangan suami istri ini sejak enam tahun lalu telah berupaya namun selalu gagal.

"Kami mendapat informasi bahwa Klinik Blastula IVF milik Siloam memiliki teknologi terkini dengan fasilitas lengkap. Dengan upaya ikhtiar, doa dan melengkapi persyaratan, akhirnya kehadiran bayi yang kami sangat rindukan pun tiba di tengah tengah keluarga kami. Kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas rezeki NYA dan juga kepada tim medis Klinik Blastula IVF," ungkap Ade.

Layanan Klinik Blastula IVF

Kepala Klinik Blastula IVF RS Siloam Sriwijaya Palembang dr. M. Airul Chakra Alibasya,Sp.OG – KFER, MIGS mengatakan pihaknya berkomitmen membantu banyak keluarga yang ingin mendapatkan keturunan, dan sekarang ternyata sudah mencapai bayi tabung yang ke-100.

Baca Juga: 14 Tanda Saluran Kemih Terkena Infeksi, Pantang Diabaikan

”Bukti komitmen saya dengan dr. Bona, bahwa kami ingin menghadirkan bayi tabung standar internasional di kota Palembang," ujarnya.

Menurut dr. Airul, tujuan ini berjalan on the track dari sejak awal 2021, dalam waktu 11 bulan sampai bayi ke-100 ini adalah pencapaian luar biasa klinik Blastula IVF, bisa mencapai angka bayi tabung tertinggi di antara bayi tabung di indonesia, yaitu sejumlah 51 persen.

Dengan angka keberhasilan IVF sebesar 51 persen, klinik Blastula IVF telah menjadi rujukan nasional bagi para pasutri yang ingin mendapatkan keturunan melalui program kelahiran bayi tabung.

Layanan klinik Bayi Tabung dibuka sejak 20 Mei 2021, dengan fasilitas dan layanan yang terdiri dari:

Intra-Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) Metode pembuahan sel telur dengan teknologi dan peralatan medis untuk membantu satu sel sperma terbaik agar dapat masuk ke dalam telur dengan mudah.

Intrauterine Insemination (IUI) Inseminasi buatan dengan teknik penyemprotan sel sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim, tuba falopi, atau leher rahim saat ovarium diperkirakan sedang menghasilkan sel telur.

• Tes kromosom Pre-Implantation Genetic Diagnosis (PGD) dan Pre-Implantation Genetic Screening (PGS) PGD adalah metode untuk memeriksa keberadaan penyakit genetik pada embrio, metode ini dilakukan sebelum embrio tersebut dimasukkan ke dalam rahim; sedangkan PGS dilakukan untuk memastikan jumlah kromosom dalam embrio normal sebelum dimasukkan ke dalam rahim.

Laparoskopi dan Histeroskopi Laparoskopi adalah tindakan untuk melihat organ-organ di panggul seperti rahim, tuba falopi (saluran telur), ovarium (indung telur) dan area panggul dalam; sementara Histeroskopi adalah prosedur pemeriksaan kondisi leher dan bagian dalam rahim untuk mendiagnosis penyakit atau penyebab ketidaksuburan dan membantu pengobatan kelainan pada Rahim.

Endometrial Receptivity Analysis (ERA) Analisa untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan ET (Embryo Transfer) sehingga memaksimalkan peluang untuk setiap embrio dan membantu menghindari kegagalan implantasi. Sperm Freezing dan Egg/Embryo Freezing Teknik penyimpanan sel sperma dan/atau sel telur dan embrio dalam kondisi terbaik ke dalam cairan nitrogen untuk dibekukan pada suhu -196oC.

Baca Juga: Tingkatkan Edukasi Program Bayi Tabung, Siloam Hospital Adakan Seminar Blastula IV F

Ultrasonografi (USG)

- USG Monitoring Folikel 3D (Sonoavc): USG yang menampilkan gambar bayi yang yang baik, terlihat jelas dan utuh dalam format 3 dimensi. USG SonoAVC ini juga dapat membantu mengidentifikasi dan mengukur folikel dalam tampilan 3D.

 - USG 4D: USG real time menggunakan mesin/teknologi terbaru di mana gambar yang ditampilkan berupa gambar bergerak atau video sehingga Ibu dapat melihat dengan jelas gerakan dan ekspresi wajah bayi.

 - Ultrasound Doppler Imaging: USG yang bertujuan untuk melihat aliran darah dalam rahim dan di dalam tubuh bayi, selain itu juga USG ini dilakukan kepada Ibu yang memiliki tekanan darah tinggi.

- USG Follicular Monitoring: prosedur pemeriksaan vaginal untuk mengidentifikasi waktu ovulasi seorang wanita dan menunjukkan dengan tepat kapan folikel pecah dan melepaskan sel telur, sehingga dapat diputuskan kapan waktu terbaik untuk suatu hubungan dilakukan agar pembuahan dapat terjadi.

• Sperm Analysis dan DNA Fragmentation Test Sebuah tes di dalam lab untuk mengetahui apakah terjadi fragmentasi DNA pada sperma guna menunjukkan materi genetik abnormal dalam sperma yang dapat menyebabkan subfertilitas pria, kegagalan IVF dan keguguran.

In Vitro Fertilization (IVF) Metode pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh, yaitu di dalam sebuah tabung pembuahan di laboratorium.

Assisted Hatching Teknik yang dilakukan untuk membantu embrio keluar/terlepas dari lapisan protein yang mengelilinginya sehingga memudahkan embrio tertanam ke dinding rahim Ibu (implantasi).

• Aktivasi Oocyte dengan Calcium Ionophore Tindakan untuk menopang keberhasilan program bayi tabung dengan cara ‘membangunkan’ sel telur yang tidak aktif dengan zat bernama Calcium Ionophore untuk menghindari resiko sel telur tidak berkembang.

Hysterosalpingografi (HSG) dan Hysterosalpingo-Foam Sonography (HyFoSy) HSG adalah prosedur pemeriksaan radiologi menggunakan cairan kontras dan X-Ray yang dilakukan oleh dokter untuk melihat/mengevaluasi kondisi rahim dan tuba falopi; sedangkan HyFoSy adalah teknik pemeriksaan untuk mengetahui masalah pada tuba falopi (saluran telur) seperti terjadinya sumbatan pada saluran telur dan membantu membuka saluran yang tersumbat sehingga peluang kehamilan semakin besar.

Direct Mixed Antiglobulin Reaction (MAR) Test Metode pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi auto-antibodi yang menempel pada sel sperma dalam air mani pria.

Baca Juga: Ingin Punya Momongan? Hindari 5 Hal Ini karena Dapat Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Male Infertility Treatment 

- TESA (Testicular Epididymal Sperm Aspiration): prosedur pengambilan sperma, diagnosa sekaligus mengatasi Azoospermia dengan menggunakan jarum halus untuk mengambil sperma dari testis

- MESA (Micro Epididymal Sperm Aspiration): prosedur pengambilan sperma terhadap pria yang mengalami sumbatan pada pembuluh darah epididymis akibat pernah menjalani vasektomi atau tidak mempunyai vas deferens bilateral karena bawaan lahir

- PESA (Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration): prosedur yang lebih dianjurkan untuk pria yang mengalami Azoospermia obstruktif yang muncul karena adanya penyumbatan pada saluran yang membawa sperma dari testis ke penis

- TESE (Testicular Sperm Extraction): prosedur pengambilan sperma yang sedikit berbeda dengan TESA yang menggunakan jarum halus, prosedur ini menggunakan sayatan kecil pada buah zakar untuk ekstraksi sperma.

Sejak dibuka, Blastula telah melakukan lebih dari 400 siklus IVF dengan tingkat keberhasilan sebesar 51 persen. Pada 22 September 2022, telah lahir bayi pasangan Yeni Atilapiah dan Ade Pramanja, merupakan bayi ke 100 Blastula IVF, berjenis kelamin perempuan. Pasangan ini merupakan salah satu pasien Blastula IVF yang mengikuti program bayi tabung dan berhasil memiliki sang buah hati.

Baca Juga: Antusiasme Program Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Siap Tambah Cabang Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru