kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Prevalensi MGD Tinggi, Alcon Gandeng AAM Luncurkan Systane Complete


Senin, 09 Februari 2026 / 21:53 WIB
Prevalensi MGD Tinggi, Alcon Gandeng AAM Luncurkan Systane Complete
ILUSTRASI. Prevalensi Meibomian Gland Dysfunction Tinggi, Alcon dan AAM Luncurkan Systane Complete (Dok/Alcon)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mata kering (dry eye disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan mata yang paling banyak dikeluhkan saat ini, dengan gejala mulai dari rasa kering, perih, hingga penglihatan kabur yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.

Sebuah studi retrospektif terhadap 159 pasien dry eye yang dilakukan oleh Lemp MA dan kolega, serta dipublikasikan dalam jurnal Cornea, menunjukkan bahwa sekitar 50 persen pasien menderita Evaporative Dry Eye, 36% mengalami Mixed Dry Eye, dan 14% mengalami Aqueous Deficient Dry Eye.

Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas pasien mata kering memerlukan pendekatan terapi yang tidak hanya menambah kelembapan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas lapisan air mata secara menyeluruh.

Kondisi tersebut menjadi semakin relevan di kawasan Asia, mengingat prevalensi Meibomian Gland Dysfunction (MGD), salah satu penyebab utama evaporative dry eye, dilaporkan lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, yakni berkisar antara 46% hingga 70%. Faktor lingkungan seperti suhu, tingkat kelembapan udara, serta kualitas udara turut berkontribusi terhadap tingginya angka kasus mata kering di kawasan ini.

Baca Juga: Lari Bisa Jadi Bumerang, Jangan Abaikan Sinyal Tubuh

“Berdasarkan studi yang kami lakukan, saat ini gejala mata kering dialami oleh sekitar tiga dari empat pasien yang datang berkonsultasi dengan dokter. Berangkat dari temuan tersebut, kami mengembangkan produk ini untuk membantu tenaga medis menangani berbagai gejala mata kering secara lebih komprehensif,” ujar Patcharin Charmnoot, Alcon SEA Cluster Head dalam keterangannya, Senin (9/2).

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Anugrah Argon Medica (AAM), entitas anak PT Medela Potentia Tbk (MDLA), bersama Alcon resmi luncurkan Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free, tetes mata inovatif dari Alcon yang dirancang sebagai solusi lengkap untuk seluruh spektrum mata kering, pertama di Indonesia.

Peluncuran Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free menandai kolaborasi strategis antara Alcon, AAM, dan INOIIS PERDAMI, seiring belum tersedianya artificial tear berbasis mineral oil di Indonesia yang secara spesifik ditujukan untuk menangani evaporative dry eye akibat MGD.

“Pada momen ini kami dengan bangga menghadirkan Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free sebagai produk dengan kemasan multidose tanpa pengawet. Kami berharap kehadiran produk ini dapat menjadi salah satu pilihan yang baik dalam membantu penanganan mata kering, khususnya pada pasien dengan evaporative dry eye dan MGD,” ujar Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica, Juliwaty.

MGD merupakan kondisi ketika fungsi kelenjar meibom terganggu sehingga lapisan lipid pada air mata tidak terbentuk secara optimal. Akibatnya, penguapa air mata terjadi lebih cepat dan menimbulkan berbagai keluhan mata kering.

Menanggapi hal tersebut, Ratna Sitompul menilai kehadiran terapi tetes mata yang mendukung penanganan MGD sebagai perkembangan penting dalam praktik klinis di Indonesia. “Hari ini kita melihat adanya kemudahan baru dalam penanganan MGD melalui obat tetes mata. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi tenaga medis untuk memberikan terapi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujarnya.

Baca Juga: Penderita Diabetes Minum Kopi, Baik atau Buruk?

Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free  merupakan tetes mata yang dapat digunakan untuk seluruh spektrum mata kering, mulai dari evaporative dry eye akibat gangguan lapisan lipid, aqueous deficient dry eye akibat kurangnya lapisan berair, hingga mixed dry eye. Produk ini bekerja dengan mendukung seluruh lapisan air mata, termasuk lapisan lipid, sehingga membantu menjaga stabilitas tear film dan meredakan berbagai gejala mata kering secara menyeluruh.

Produk ini mengusung teknologi nano-sized lipid droplets yang dikombinasikan dengan Hydroxypropyl Guar (HP-Guar), yang telah terbukti secara klinis memberikan multi-symptom relief bagi pasien mata kering. Selain itu, Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free  menggunakan PureFlow® Technology, botol multidose tanpa pengawet dengan katup satu arah yang dirancang untuk mencegah kontaminasi dan memudahkan penggunaan, pertama di Indonesia.

“Dengan teknologi yang dimiliki Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free , satu tetes dapat menyebar lebih optimal di permukaan mata. Selain itu, formulasi multidose tanpa pengawet diharapkan dapat membantu tenaga medis dan pasien dalam mengatasi masalah mata kering secara lebih efektif,” tutup Patcharin Charmnoot.

Selanjutnya: Pasukan Rusia Gempur Pokrovsk dengan Kekuatan Penuh, Ukraina Tetap Bertahan

Menarik Dibaca: Olahraga Hyrox Lagi Digemari, AirAsia Jalin Kerjasama Dengan Hyrox APAC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×