CLOSE [X]

Potensi Importasi Kasus Covid di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek, Pemda Diminta Kompak

Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:47 WIB   Reporter: Anastasia Lilin Y
Potensi Importasi Kasus Covid di Kawasan Aglomerasi Jabodetabek, Pemda Diminta Kompak

ILUSTRASI. Jabodetabek merupakan kawasan aglomerasi yang mencatat importasi kasus Covid-19 besar akibat mobilitas tinggi. (KONTAN/Baihaki)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Pusat mengimbau agar Pemerintah Daerah kompak menangani potensi importasi kasus Covid-19 lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) merupakan kawasan aglomerasi yang mencatat importasi kasus besar akibat mobilitas yang tinggi.

Sebagai contoh, saat ini DKI Jakarta berada dalam PPKM level 2 sehingga pengendalian Covid-19 akan menyesuaikan kondisi kasus yang direpresentasikan dari ketetapan level tersebut. Kondisi di Ibu Kota sangat mempengaruhi sejumlah daerah lain yang masuk aglomerasi yakni Jabodetabek.

Oleh karena itu perlu adanya kekompakan antar Pemerintah Daerah untuk mengupayakan strategi pencegahan penularan kasus. "Dimohon Gubernur, Walikota maupun bupati, khususnya pada provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus untuk terus memantau kondisi kasus dan mengoptimalisasi koordinasi dalam pengendalian Covid-19," Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam agenda keterangan pers yang disiarkan secara daring, Kamis (20/1).

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Mencapai Lebih Dari 180 Juta Orang

Pemerintah mencatat saat ini fasilitas isolasi dan karantina terpusat di Indonesia tersebar di berbagai lokasi. Berdasarkan data hingga Hari Kamis kemarin, fasiitas karantina di Rusun Nagrak Cilincing misalnya memiliki tingkat keterisian tempat tidur (BOR) 24,9% dari 7.040 tempat tidur tersedia. Sementara Rusun Pasar Rumput Manggarai mencatatkan BOR 58% dari 5.946 tempat tidur tersedia.

Wisma Atlet Pademangan dengan BOR 56,6% dari 5.796 tempat tidur tersedia. Adapun sebanyak 134 hotel karantina rata-rata mencatatkan BOR 45,8% terhadap total kapasitasnya 16.513 kamar. 

Lalu berdasarkan data hingga 16 Januari 2022, fasilitas isolasi terpusat ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid-19 tertentu. Termasuk, beberapa hotel rujukan yang hanya difungsikan untuk upaya isolasi sebagai fasilitas tambahan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Menanjak pada Jumat (21/1), Tapi Jumlah Kematian Turun

Jumlah tempat tidur di RSDC Wisma Atlet sebanyak 5.939 unit. Sementara rumah sakit untuk pelaku perjalanan luar negeri diantaranya RS Sulianti Saroso, RS Ciputra Garden, RS Mitra Keluarga Kalideres dan RS Siloam Mampang dengan total kapasitas sebanyak 286 tempat tidur.

Hotel isolasi diantaranya C One Pulomas, Hotel Matsuri, Hotel Grand Cempaka, Hotel Alia Cikini Hotel D'arcici Al Hijrah dan Hotel D'arcici Plumpang. Total kapasitasnya sebanyak 565 tempat tidur.

Mengacu pada data Satgas Covid-19 hingga Jumat (21/1), terdapat tambahan 2.604 kasus baru infeksi Virus Corona di Indonesia. Total kasus positif menjadi 4.280.248.  

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Per 21 Januari: Ada Penambahan 1,66 Juta Dosis Vaksin

Jumlah kesembukan bertambah 811 orang sehingga total menjadi 4.121.928 orang. Lalu jumlah kematian akibat Virus Corona bertambah 2 orang sehingga total menjadi 144.201 orang.

Adapun jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 343 juta atau bertambah 3,58 juta. Sebanyak 5,58 juta orang meninggal dunia karena Virus Corona atau bertambah 9.121 orang meninggal.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

Terbaru