Perketat protokol kesehatan untuk mengantisipasi gelombang baru Covid-19

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 08:00 WIB   Reporter: Kenia Intan
Perketat protokol kesehatan untuk mengantisipasi gelombang baru Covid-19

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 memang cenderung terkendali saat ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjamin Indonesia menjadi terhindar dari gelombang baru Covid-19. 

Menurut catatan Kontan.co.id sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memperingatkan, gelombang ketiga pandemi Covid-19 berpotensi terjadi di Indonesia. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, sejumlah negara tengah menghadapi pandemi Covid-19 gelombang ketiga tersebut.

Tiga gelombang pandemi Covid-19 dunia masing-masing terjadi pada Januari 2021 sebagai puncak pertama, April 2021 puncak kedua, dan Agustus-September 2021 sebagai puncak ketiga. Sementara, Indonesia baru mengalami dua gelombang pandemi Covid-19.

Baca Juga: Produsen Obat India Izin Hentikan Uji Coba Molnupiravir Untuk Pasien Covid-19 Sedang

Di sisi lain, Epidemiolog Universitas Grifftith Australia Dicky Budiman mengungkapkan, gelombang ketiga sangat mungkin terjadi mengingat mayoritas masyarakat Indonesia belum mempunyai imunitas untuk melawan virus atau tingkat vaksinasi yang masih cukup rendah. Adanya varian virus selain Delta, membuat kondisi rentan dan memperbesar potensi terjadinya pandemi Covid-19 gelombang ketiga.

Mempertimbangkan kondisi terkini, ia memprediksi gelombang tiga akan terjadi di Desember. Dia mengungkapkan, prediksi ini sangat dinamis karena bergantung pada intervensi-intervensi yang dilakukan, seperti penerapan PPKM maupun capaian vaksin. 

Melihat peluang gelombang Covid-19 yang bisa saja terjadi, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengungkapkan, dirinya dan keluarga akan terus menjaga dan mendisiplinkan protokol 5M seperti yang diimbau pemerintah. 

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 8 Oktober: Ada penambahan vaksinasi 2,8 juta dosis

"Di sisi lain tetap menjaga kesehatan dan mengkonsumsi vitamin," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/10). Sebab dengan vaksinasi yang semakin gencar dilakukan pemerintah, masyarakat tampak semakin longgar menerapkan protokol kesehatan (prokes), Hal ini yang menimbulkan kekhawatiran akan munculnya gelombang baru Covid-19. 

Herditya cukup ketat menerapkan prokes, salah satunya dalam menggunakan masker. Walau vaksinasi terus berjalan, dia tetap menggunakan masker secara dobel, yakni masker medis yang kemudian dilapisi masker kain ketika berpergian ke luar rumah. Walau terasa sesak, apalagi saat bicara, Herditya merasa sudah biasa. 

Sementara itu, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Lukman Hakim bilang, dia merasa tidak begitu khawatir akan datangnya gelombang baru Covid-19, Akan tetapi, dia berupaya untuk selalu waspada dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar dalam beraktivitas sehari-hari. 

Baca Juga: Prevalensi kasus Covid-19 di Inggris naik ke level tertinggi sejak Agustus

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Jumat (8/10) ada tambahan 1.384 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 4.225.871 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 3.514 orang sehingga menjadi sebanyak 4.057.760 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 66 orang menjadi sebanyak 142.560 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 25.551 kasus, berkurang 2.196 kasus aktif dibanding sehari sebelumnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 8 Oktober: Tambah 1.384 kasus baru, ingat jaga jarak

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru