Covid-19

Perjalanan luar negeri terbatas, emiten-emiten ini maksimalkan penggunaan teknologi

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:30 WIB   Reporter: Kenia Intan
Perjalanan luar negeri terbatas, emiten-emiten ini maksimalkan penggunaan teknologi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 membatasi mobilitas masyarakat, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Pembatasan mobilisasi ini termasuk dalam protokol kesehatan 5M yang wajib dipatuhi oleh masyarakat. 

Adapun protokol kesehatan 5M adalah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Protokol ini wajib dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19. 

Pembatasan mobilisasi berdampak pada aktivitas masyarakat dalam bekerja, termasuk dalam melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. 

Direktur PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Aristo Setiawidjaja mengungkapkan, selama pandemi ini perusahaannya tidak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri sama sekali. Padahal di saat tidak pandemi, dinas ke luar negeri dapat dilakukan sekitar 15 kali dalam satu tahun. 

Baca Juga: Para ahli menilai percepatan vaksinasi menjadi kunci pemulihan ekonomi

Sebenarnya, HEAL mengizinkan karyawannya apabila perjalanan bisnis ke luar negeri memang diperlukan. Akan tetapi, ada syarat-syarat yang wajib dipatuhi. "Tes PCR sebelum keberangkatan, dokumen visa atau entry permit yang memadai untuk negara tujuan, karantina di negara tujuan, tes PCR sebelum perjalanan pulang ke Indonesia, karantina di Indonesia," kata Aristo kepada Kontan.co.id, Rabu (9/6). 

Di tengah pandemi Covid-19, HEAL cenderung memaksimalkan teknologi dengan rapat secara daring untuk mengganti perjalanan dinas. Diakui oleh Aristo, selama pandemi ini ada sekitar 100 hingga 200 pertemuan daring dilaksanakan HEAL dengan berbagai pihak dari luar negeri. "Meeting-nya sih sama saja, dari sebelum pandemi pun kami sudah menggunakan zoom," ujar dia. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (9/6): Tambah 7.725 kasus, ingat jaga jarak

Tidak jauh berbeda, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) juga memaksimalkan penggunaan teknologi di tengah keterbatasan-keterbatasan selama pandemi Covid-19. "Kami dipaksa untuk adjust dengan teknologi dan harus bisa manage," ujar Direktur Kino Indonesia Budi Muljono kepada Kontan.co.id, Rabu (9/6). 

Kino memilih melakukan pertemuan secara daring karena perjalanan dinas akan memakan waktu yang lebih lama di tengah pandemi Covid-19. Mengingat, masyarakat perlu melakukan karantina terlebih dahulu. 

Adapun pertemuan secara daring itu tidak menyulitkan KINO dalam mengelola bisnisnya di luar negeri. Perusahaan sudah terbiasa karena sejak sebelum pandemi pertemuan bulanan dengan berbagai pihak di luar negeri juga dilakukan secara daring. 

Sebelum pandemi Covid-19, Kino setidaknya melakukan perjalan bisnis ke luar negeri satu hingga dua kali dalam satu tahun untuk melihat keadaan pasar.  "Tapi dalam kondisi pandemi, keadaan market tentu juga abnormal," imbuh Budi.

Baca Juga: Menakar efek program WFB bagi kinerja emiten pariwisata

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (9/6) ada tambahan 7.725 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.877.050 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 5.883 orang sehingga menjadi sebanyak 1.723.253 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 170 orang menjadi sebanyak 52.162 orang.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: Pemerintah terus evaluasi keamanan dan khasiat vaksin Covid-19 yang digunakan

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Tag
Terbaru