kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.991   56,09   0,71%
  • KOMPAS100 1.128   11,36   1,02%
  • LQ45 818   2,79   0,34%
  • ISSI 282   4,00   1,44%
  • IDX30 426   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 512   -3,01   -0,58%
  • IDX80 126   0,93   0,75%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,53   -0,38%

Penyakit lebih mudah menyerang orang kesepian


Rabu, 25 November 2015 / 14:28 WIB
Penyakit lebih mudah menyerang orang kesepian


Sumber: Forbes | Editor: Sanny Cicilia

CHICAGO. Rasa kesepian bisa meningkatkan risiko kematian dini sebesar 14% pada orang dewasa muda. Tim riset yang didukung psikolog Universitas Chicago dan peneliti Cacioppo ini mencari kaitan bagaimana rasa kesepian memicu respon fisik, dan menyebabkan seseorang sakit.  

Riset tersebut memperlihatkan, rasa terisolasi secara sosial atau kesepian bisa mempengaruhi respon fisik, yaitu mengganggu sistem daya tahan tubuh (imun) dan meningkatkan peradagangan (inflamasi sel). 

Rasa kesepian yang menjadi objek penelitian ini adalah rasa terisolasi sosial yang tidak bisa diterangkan sebagai stres atau depresi. 

Periset menemukan kaitan antara kesepian dan fenomena yang mereka sebut "respon transkripsi gen terhadap kerusakan" atau conserved transcriptional response to adversity (CTRA).

Dari penelitian itu, semakin lama seseorang merasakan kesepian, semakin besar dampak CTRA terhadap sel darah dan inflamasi. CTRA menekan sel darah putih dan di sisi lain meningkatkan ekspresi gen terhadap inflamasi.

Kombinasi kedua hal ini membahayakan. Penurunan kemampuan memerangi infeksi bersamaan dengan erosi kesehatan sel, menyebabkan tubuh lebih mudah terpapar penyakit, baik dari eksternal maupun internal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×