Kesehatan Umum

Penurunan indra penciuman akibat virus corona berbeda dari virus flu

Selasa, 22 September 2020 | 15:13 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Penurunan indra penciuman akibat virus corona berbeda dari virus flu

ILUSTRASI. Virus corona menyebabkan penurunan fungsi indra penciuman. Meski terlihat sama, hal itu berbeda dengan virus flu.

KONTAN.CO.ID - Ada banyak dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh infeksi virus corona baru. Tak hanya menyerang saluran pernapasan, penderita Covid-19 juga mengalami penurunan kemampuan indra penciuman.

Hal yang sama juga dirasakan oleh penderita flu. Lalu, apakah ada perbedaan antara virus corona baru dan virus flu?

Menurunnya indra penciuman dan indra pencecap seseorang disebut dengan anosmia. Mengutip dari Journal Review, anosmia yang disebabkan virus flu berbeda dengan anosmia akibat virus corona.

Sistem imun tubuh merespons serangan virus flu dengan menyebabkan inflamasi dan memproduksi banyak lendir. Ini berguna untuk melindungi sinus, tapi sistem saraf di saluran pernapasan tak bisa berfungsi normal.

Baca Juga: Waspada tinggi! Ternyata Covid-19 menyebar lebih mudah dari yang dikira

Akibatnya, informasi yang disampaikan ke otak terganggu. Anda akan merasa, indra penciuman dan indra pencecap mengalami masalah.

Pada penderita Covid-19, anosmia merupakan gejala awal akibat infeksi. Menurunnya kemampuan indra penciuman dan indra pencecap tak disebabkan karena penyumbatan, tapi virus corona menyerang sistem saraf.

Berdasar penelitian yang dipublikasikan dalam Harvard University, virus corona menyerang sel tertentu yang berperan dalam sensor saraf penciuman. Melansir Journal Review, sel saraf tersebut khusus mendeteksi bahan kimia penyusun aroma yang dikenal dengan sebutan odorant.

Deteksi tersebut kemudian disalurkan ke otak lalu diartikan sebagai aroma yang manusia kenal. Infeksi virus corona mengganggu fungsi sel saraf tersebut. Pasien yang sembuh dari Covid-19 mengalami perbaikan indra penciuman seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Peneliti Jepang temukan fakta: Virus corona bisa menyerang otak

Meski bisa sembuh, masyarakat dihimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona secara disiplin. Batasi kegiatan di luar ruangan dan jaga kebersihan.

Jika terpaksa bertemu dengan banyak orang, jangan lupa untuk menjaga jarak, memakai masker yang benar, dan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Selanjutnya: Inilah gejala corona terbaru yang semakin aneh dan tidak terduga

Editor: Belladina Biananda


Terbaru