kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.882   35,00   0,20%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Penelitian terbaru: Konsentrasi ozon yang rendah bisa netralkan virus corona


Rabu, 26 Agustus 2020 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mendisinfeksi Rumahsakit Juso menjelang pembukaan kembali layanan rawat jalan di Kota Osaka, Jepang, 9 Juli 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Peneliti Jepang mengatakan, konsentrasi ozon yang rendah dapat menetralkan partikel virus corona baru, berpotensi memberikan cara bagi rumahsakit untuk mendisinfeksi ruang pemeriksaan dan ruang tunggu.

Para ilmuwan di Universitas Kesehatan Fujita mengungkapkan, mereka telah membuktikan, gas ozon dalam konsentrasi 0,05 hingga 0,1 ppm, tingkat yang dianggap tidak berbahaya bagi manusia, bisa membunuh virus.

Eksperimen tersebut menggunakan generator ozon di ruang tertutup dengan sampel virus corona. Ilmuan menyebutkan, potensi virus menurun lebih dari 90% ketika terkena ozon tingkat rendah selama 10 jam.

"Penularan virus korona baru dapat dikurangi dengan terapi ozon konsentrasi rendah secara terus menerus, bahkan di lingkungan di mana orang-orang berada, menggunakan sistem semacam ini," kata Ketua Peneliti Takayuki Murata.

Baca Juga: India melaporkan 67.000 kasus virus corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir

"Kami menemukan itu sangat efektif dalam kondisi kelembaban tinggi," ujar dia, Rabu (26/8), seperti dikutip Reuters.

Ozon, sejenis molekul oksigen, diketahui menonaktifkan banyak patogen. Dan, eksperimen sebelumnya telah menunjukkan, konsentrasi tinggi, antara 1-6 ppm, efektif melawan virus corona tetapi berpotensi beracun bagi manusia.

Sebuah studi baru-baru ini di Institut Teknologi Georgia memperlihatkan, ozon mungkin efektif dalam mendisinfeksi hamzat, kacamata, dan alat pelindung medis lainnya.

Rumahsakit Universitas Medis Fujita di Prefektur Aichi, Jepang, telah memasang generator ozon untuk mengurangi infeksi di ruang tunggu dan ruang pasien. Mereka juga melakukan uji klinis obat Avigan buatan Fujifilm pada pasien COVID-19.

Baca Juga: Hasil survei: Hanya 86% warga AS yang percaya masker mampu mencegah Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×