Tips Sehat

Penelitian terbaru: Jus buah kesemek bisa melemahkan virus corona

Kamis, 17 September 2020 | 13:30 WIB Sumber: Japan Today
Penelitian terbaru: Jus buah kesemek bisa melemahkan virus corona

ILUSTRASI. Buah kesemek. Peneliti Jepang mengungkapjab, jus buah kesemek bisa melemahkan virus corona.

KONTAN.CO.ID - NARA. Di tengah masih belum ada kepastian tentang vaksin virus corona baru, saat ini sejumlah obat alternatif mulai bermunculan. Yang terbaru, jus buah kesemek disebut mampu melemahkan virus corona.

Penelitian terbaru Nara Medical University, Jepang, mengungkapkan khasiat lebih dari jus buah kesemek sebagai obat corona. Dikutip dari Japan Today, jus buah kesemek dalam dosis tertentu dapat membuat virus corona hampir menjadi tidak berbahaya.

Peneliti dari Nara Medical University menguji dengan mencampurkan virus corona, air liur, dan jus kesemek. Campuran tersebut kemudian mereka diamkan selama 10 menit.

Setelah 10 menit, peneliti menemukan, virus corona yang tercampur telah terdetoksifikasi.

Meskipun menunjukkan hasil yang cukup signifikan, peneliti mengatakan, tidak semua jenis kesemek bisa digunakan. Jusnya pun harus diproses dengan cara tertentu.

Baca Juga: PBB: Virus corona adalah ancaman keamanan nomor satu dunia

Japan Today melaporkan, beberapa tahapan untuk membuat calon obat corona ini dengan membuat jus astringent atau kesemek mentah, memfermentasinya, dan membiarkannya cukup lama.

Peneliti juga meminta semua masyarakat untuk tidak buru-buru membeli buah kesemek setelah kabar ini beredar. Sebab, khasiat sesungguhnya masih akan terus diteliti.

Serangkaian uji coba untuk menentukan seberapa efektif jus kesemek ini mampu melemahkan virus corona, masih harus dilakukan. Termasuk, meneliti cara meramu serta dosis yang tepat.

Walaupun belum menunjukkan hasil yang pasti, kabar ini memberikan sedikit angin segar bahwa bahan-bahan alami juga mampu memberikan perlawanan terhadap virus mematikan yang telah mengudara sejak awal tahun ini.

Selanjutnya: Efek kesehatan jangka panjang Covid-19, WHO: Kami pun belum mengetahuinya

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo


Terbaru