kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Peneliti temukan obat terampuh atasi migrain

Rabu, 15 Juni 2016 / 09:52 WIB

Peneliti temukan obat terampuh atasi migrain



Jakarta. Uji coba awal sudah menemukan bahwa obat yang dijuluki TEV-48125-dapat membantu mencegah serangan migrain pada orang yang pernah menderita sakit kepala jangka panjang. Penelitian menunjukkan, obat ini bekerja dalam waktu tiga sampai tujuh hari dari suntikan pertama.

Dilansir dari Health.com. studi ini sudah dipublikasikan secara online pada 8 Juni di jurnal Neurology. "Setahu saya, itu pemisahan tercepat yang pernah ditunjukkan pada pengobatan migrain kronis," kata pemimpin penelitian Dr Marcelo Bigal, dari Teva Pharmaceuticals, perusahaan yang mengembangkan TEV-48125.


Istilah "pemisahan" mengacu pada titik di mana pasien TEV-48125 mulai membaik, dibandingkan dengan pasien yang diberi plasebo (pengobatan tidak aktif). TEV-48125 adalah salah satu obat kelas baru yang dikembangkan untuk mencegah migrain. Semua obat yang mendorong antibodi memblokir zat kimia dalam sistem saraf disebut CGRP.

Penelitian telah menemukan, bahwa CGRP menyebabkan peradangan dan pelebaran pembuluh darah dan mengangu otak selama terjadinya serangan migrain. Mark Green, profesor neurologi dan anestesiologi di Gunung Sinai Icahn School of Medicine, di New York City. "Tampaknya antibodi ini bekerja cukup cepat," kata Green.

Migrain dianggap kronis ketika menyerang setidaknya selama 15 kali dalam satu bulan, kata para penulis studi. Selama ini, dokter meresepkan berbagai obat yang dapat membantu mencegah migrain - termasuk obat tekanan darah tertentu, antidepresan dan suntikan Botox.

Studi terbaru ini meneliti lebih dari 250 pasien dengan migrain kronis secara acak. Penelitian awal menemukan, bahwa pasien yang minum TEV-48125 mengalami penurunan durasi serangan sakit kepala setiap bulannya.

Sejauh ini, kata Green, "Tidak ada sinyal keamanan yang signifikan untuk dikhawatirkan" atas obat baru ini. Dalam studi yang asli, efek samping yang paling umum adalah rasa sakit di tempat suntikan dan iritasi kulit.

Tapi, biar bagaimanapun, studi ini masih studi awal, Green menekankan. Bigal mengatakan, penelitian yang sedang berlangsung akan terus melihat sisi keamanan konsumsi obat. "Sejauh ini, tidak ada efek samping yang serius terkait pengobatan," katanya.

(Lily Turangan)

Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto

OBAT-OBATAN

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0531 || diagnostic_web = 0.3237

Close [X]
×