Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.135
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Penanganan kulit kering dan gatal

Rabu, 16 Desember 2015 / 12:35 WIB

Penanganan kulit kering dan gatal

JAKARTA. Kulit kering, bahkan sampai timbul sisik, diserta rasa gatal, merupakan ciri khas penyakit dermatitis atopik.

Penyakit ini lebih rentan diderita oleh mereka yang kulitnya sensitif dan mudah iritasi.

Dermatitis atopik memang lebih banyak diderita anak-anak usia kurang dari 5 tahun.

Meski begitu, orang dewasa juga bisa mengalaminya.

"Dermatitis atopik atau awam menyebutnya eksim adalah radang pada kulit berbentuk ruam yang timbul pada orang yang kulitnya sensitif. Penyakitnya bisa menahun atau hilang timbul," kata Rachel Djuanda, dokter spesialis kulit dan kelamin dalam acara media edukasi bertajuk Dermatitis Atopic, Bagaimana Menanganinya, yang diadakan SOHO Global Health di Jakarta (15/12/15).

Penderita dermatitis atopik memiliki kulit yang sangat kering karena rendahnya produksi ceramide, terutama ceramide tipe 1 pada bagian "semen" kulit.

Kondisi tersebut akan menyebabnya fungsi pelindung kulit berkurang.

"Kalau fungsi pelindung kulit berkurang, air mudah keluar dan benda asing dari luar gampang masuk. Ini akan menyebabkan reaksi peradangan," katanya.

Rachel menjelaskan, dermatitis bisa disebabkan karena faktor genetik yang diperparah oleh faktor eksternal.

"Penyakit ini gampang kambuh karena sering menggunakan sabun antiseptik, produk pewangi, atau deterjen, yang membuat kulit jadi tambah kering," katanya.

Oleh karena itu, mereka yang rentan menderita penyakit kulit ini adalah orang-orang yang sering brsentuhan dengan air dan sabun atau deterjen, seperti perawat, pengasuh anak, dan sebagainya.

"Tapi ada juga orang yang dermatitisnya kambuh saat sedang stres. Karena kulitnya gatal, maka akan digaruk terus, dan ini bisa membuat kulit semakin gatal, terus begitu sampai kulitnya jadi eksim," ujar Rachel.

Penggunaan obat kortikosteroid atau antihistamin memang bisa meredakan gejala, terutama rasa gatal.

Tetapi, penggunaan kortikosteroid yang dioles sering kali tidak tepat penggunaannya, bahkan berlebihan sehingga menimbulkan efek samping.

"Efek sampingnya kulit bisa kebal atau warna kulit jadi tidak rata," ujar dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng Jakarta ini.

Rachel lebih menyarankan melakukan modifikasi gaya hidup untuk mencegah kekambuhan dermatitis.

"Agar kulit tidak semakin kering, sering-seringlah memakai pelembab," katanya.

Kulit yang lembab akan terjaga kesehatannya karena fungsi pelindung kulit terjaga.

Di pasaran terdapat berbagai produk pelembab, namun untuk orang yang memiliki gangguan dermatitis, disarankan memilih produk yang tidak mengandung pewangi dan memiliki kandungan antiinflamasi.

(Lusia Kus Anna)


Sumber : Kompas.com
Editor: Adi Wikanto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0777 || diagnostic_web = 0.4258

Close [X]
×