Pasien isoman, begini tips tingkatkan saturasi oksigen dari Kementerian Kesehatan

Sabtu, 31 Juli 2021 | 05:21 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Pasien isoman, begini tips tingkatkan saturasi oksigen dari Kementerian Kesehatan

ILUSTRASI. Pasien isoman tetap harus mengecek sendiri kondisi kesehatannya. Salah satunya, mengecek saturasi oksigen secara berkala.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, lonjakan kasus positif Covid-19 menyebabkan rumah sakit kewalahan. Itu sebabnya, tidak semua pengidap Covid-19 harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Nah, bagi mereka yang tidak bergejala atau bergejala ringan, disarankan melakukan isolasi mandiri (isoman). 

Pasien isoman tetap harus mengecek sendiri kondisi kesehatannya. Salah satu yang paling penting adalah mengecek saturasi oksigen secara berkala. 

Melansir indonesia.go.id, ada dua jenis pengukuran kadar oksigen, yaitu melalui analisa gas darah (AGD), yaitu tes darah yang diambil melalui pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah SaO2. Ada pula yang menggunakan pulse oxymeter atau dikenal juga sebagai SpO2.

Pulse oxymeter adalah alat cek saturasi oksigen yang cukup praktis dan dianjurkan untuk dipakai terutama oleh pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Alat ini bekerja untuk memperkirakan jumlah oksigen di dalam darah dengan cara mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah kapiler. Kadar oksigen dalam darah ditakar dari banyak cahaya yang dipantulkan dari kapiler.

Alat ini memiliki toleransi kesalahan pengukuran sebesar dua persen. Artinya, hasil tes kadar oksigen dalam darah bisa dua persen lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat sebenarnya. Meski begitu, pulse oxymeter tetap sangat berguna untuk melihat kadar oksigen darah. Alat ini juga sering digunakan di rumah sakit untuk menilai fungsi jantung dan pernapasan pasien secara cepat.

Baca Juga: Tanda-tanda pasien corona memburuk saat isolasi mandiri ala Satgas Covid-19

Hasil pengukuran pulse oxymeter menunjukkan persentase saturasi oksigen. Hasil kadar oksigen darah normal dan abnormal pada monitor pulse oxymeter adalah sebagai berikut. Kondisi saturasi oksigen normal adalah 95–100 persen. Sedangkan kondisi saturasi oksigen rendah adalah di bawah 95 persen.

Nantinya pengukuran kadar oksigen ini akan berguna untuk mengetahui kondisi saturasi oksigen. Sehingga apabila saturasi rendah bisa segera dilakukan tindakan. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dalam akun media sosialnya @KemenkesRI menyebutkan tingkatan saturasi oksigen dimulai dari 95-100 persen yang berarti dalam kondisi baik.

Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19 imbau pasien Covid-19 tak ragu datangi isolasi terpusat

Kemudian 93-94 persen perlu dilakukan tindakan sederhana yaitu berbaring untuk meningkatkan kadar oksigen. 

Lalu pada kondisi di bawah 92 persen, maka sudah harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Dan apabila sudah berada di bawah 80 persen, maka sudah menggunakan ventilator.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru