kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pasien Diabetes bisa koma karena gula darah rendah


Senin, 16 November 2015 / 19:58 WIB
Pasien Diabetes bisa koma karena gula darah rendah


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasien diabetes melitus tak hanya perlu menjaga agar kadar gula darah tidak naik, tetapi juga gula darah rendah atau hipoglikemia. Hipoglikemia rentan dialami pasien diabetes yang menggunakan suntik insulin atau obat-obatan untuk menurunkan gula darah.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), dokter Spesialis Penyakit Dalam Achmad Rudjianto mengungkapkan, hipoglikemia bisa terjadi jika pemakaian obat dengan dosis yang tidak tepat.

“Hipoglikemia itu responnya tambah makan. Nanti kalau sakit, gula darah tinggi,  minum obat dosisnya dinaikkan, padahal karena habis makan, akhirnya hipoglikemia lagi,”terang Rudjianto di Jakarta, Sabtu (14/11).

Bisa juga terjadi jika pasien diabetes melakukan olahraga berat tanpa memerhatikan kadar gula darah terlebih dahulu. Pada hipoglikemia yang ringan, gejalanya antara lain, rasa lapar yang berlebihan, jantung berdebar-debar, dan keringat dingin. “Pasien harus segera makan karbohidrat. Kalau bisa karbohidrat murni,” ujar Rudjianto.

Untuk hipoglikemia yang berat, mulai terjadi gangguan pada otak yang menyebabkan kesadaran menurun hingga koma. Hipoglikemia bisa terjadi berulang kali yang akhirnya bisa menyebabkan risiko jangka panjang, yaitu merusak jantung dan pembuluh darah.

Dalam penelitian Diabcare tahun 2012, sekitar 20-30 persen pasien diabetes di Indonesia mengalami hipoglikemia. Bahkan penelitian lain menunjukkan, 100 persen pasien diabetes tipe 1 mengalami hipoglikemia. Sayangnya, banyak pasien diabetes yang tidak khawatir mengalami hipoglikemia.

“Sekitar 60 persen enggak khawatir hipoglikemia karena responnya nambah makan. Kalau sakit, ya minum obat, tapi mereka enggak tahu bisa koma,” kata Rudjianto. (Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×