HOME

Pandemi covid-19 menghambat aktivitas, begini kata epidemiolog

Rabu, 23 Juni 2021 | 10:10 WIB   Reporter: Ramadhan Sultan
Pandemi covid-19 menghambat aktivitas, begini kata epidemiolog

ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus penambahan covid-19 harian mencatat rekor baru untuk hari ini yaitu 14.536 orang. Dengan begitu aktivitas masyarakat khususnya keluarga mengalami keterbatasan dalam hal kerja, sekolah, belanja dan aktivitas di luar rumah.

Epidemiolog Dicky Budiman menanggapi, melihat potensi pandemi covid-19 akan masih lama untuk pulih dikendalikan di Indonesia. Tentu menyebabkan dampak kepada masyarakat salah satunya banyak masyarakat melakukan aktivitas di rumah. Dalam melakukan aktivitas di rumah terlalu lama tentu akan ada dampak negatif misalnya untuk anak. 

Anak di rumah melakukan kegiatan sekolah menggunakan gadget lama melihat layar akan mengalami gangguan penglihatan seperti myopia atau gangguan penglihatan jarak jauh. Dengan begitu, bisa mengalami gangguan dalam jangka panjang terhadap anak.

Baca Juga: Daerah kewalahan, Ridwan Kamil minta tak ada libur panjang lagi

Sehingga masyarakat harus diedukasi cara mencegahnya agar tetap sehat. “Artinya harus melakukan sesekali aktivitas outdoor dan mengurangi penggunaan gadget,” jelas Dicky saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (22/6).

Dicky menjelaskan, World Health Organization (WHO) merekomendasikan anak di bawah umur 5 tahun menggunakan gadget itu satu jam kurang per hari. Jika di bawah umur 1 tahun dilarang untuk menggunakan gadget. 

Jika anak di bawah umur 5 tahun harus teratur menggunakan gadget sehingga tidak mengganggu kesehatan khususnya pada mata. “Untuk orang dewasa juga dalam menggunakan gadget perlu dibatasi,” jelas Dicky.

Lebih lanjut, masyarakat harus melakukan olahraga di masa pandemi covid-19 bisa berupa senam, stretching, dan olahraga lain yang dilakukan rutin. Kemudian makan, makanan sehat hindari makanan junkfood.

Dewi, seorang pergawai kantoran di Jakarta yang mengalami dampak covid-19, melakukan aktivitas terbatas dilakukan di rumah, seperti halnya dalam bekerja Dewi menggunakan gadget hampir seharian di jam kerja. “Karena semua komunikasi via online,” ucap Dewi saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (22/6).

Baca Juga: Bukan hanya varian baru, ini penyebab kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak

Dewi menjelaskan, menggunakan gadget berdampak pada kesehatannya yakni mata, karena harus sering-sering melihat layar. Dengan begitu, cara mengatasinya dengan menggunakan kacamata antiradiasi dan perbanyak makan-makanan yang sehat khususnya yang bermanfaat untuk mata.

“Coba juga resep untuk daya tahan tubuh seperti rebusan jahe dan minum madu,” kata Dewi.

Lebih lanjut, di akhir sela-sela pekerjaannya selalu melakukan olahraga di akhir pekan dan di malam hari setelah pulang kerja.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: UPDATE Corona Indonesia, Selasa (22/6): Tambah 13.668 kasus, taati protokol kesehatan

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru