Pandemi akan menjadi endemik, ini saran Epidemiolog

Jumat, 17 September 2021 | 09:00 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Pandemi akan menjadi endemik, ini saran Epidemiolog

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk mulai belajar hidup berdampmgan bersama virus Covid-19. Permintaan itu dilontarkan karena pemerintah ingin penularan virus corona tidak lagi dianggap sebagai pandemi.

Keputusan pemerintah untuk menyiapkan peralihan persepsi Covid-19 menjadi endemik dilakukan karena penyakit ini dianggap tidak akan hilang dalam waktu dekat. Untuk itu hal mengharuskan masyarakat hidup bersama virus corona.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengungkapkan virus Covid-19 merupakan virus yang sudah ada sejak tahun 1965, sehingga dia mengatakan Covid-19 saat ini tentu tak akan hilang dalam waktu dekat.

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 16 September: Ada penambahan vaksinasi 1.535.094 dosis

“Covid-19 ini mutasi nya sangat cepat dan angka peningkatannya lebih tinggi, sehingga masyarakat perlu menyadari pandemi ini, sebab mayoritas orang masih akan rawan terpapar virus ini,” ujar dia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (16/9).

Untuk itu, ia berharap pemerintah dan masyarakat perlu menyadari bahwa dampak virus Covid-19 sangat membahayakan, sehingga apabila dilonggarkan atau dibiarkan maka angka kematian akan tinggi.

Dicky menambahkan, bila saat ini masih dalam tahapan status pandemi maka kunci-kunci untuk bertahan di situasi ini adalah perlu dilakukannya pencegahan yang optimal dengan cara kombinasi.

Yakni; Gerakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi plus 3T yakni "testing" (tes), "tracing" (pelacakan), dan "treatment" (penanganan) dan kampanye 3M.

“Ditambah lagi kombinasi dengan program vaksinasi, maka inilah kuncinya,” tambahnya.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 16 September: Tambah 3.145 kasus baru, tetap jaga prokes

Sementara itu, dengan di tambah adanya upaya melalui kebijakan PPKM darurat secara berlevel di mana langkah ini sudah benar sebab World Health Organization (WHO) juga sudah merekomendasikan langkah ini di tahun lalu.

Namun menurutnya, lewat langkah kebijakan penerapan PPKM berlevel akan menjadi penjaga gawang pembatasan mobilitas namun tetap aman dan masyarakat bisa tetap beraktivitas.

“Namun syaratnya adalah jangan sampai PPKM level 3 dan 4, paling enggak ya level 1 dan 2 supaya aktivitas bisa relatif longgar namun aman di tambah kunci kombinasi tadi,” tutup dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Editor: Yudho Winarto
Terbaru