Kesehatan Umum

Pakar epidemiologi ingatkan jaga jarak perlu jadi perhatian saat makan di luar

Senin, 25 Januari 2021 | 17:45 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Pakar epidemiologi ingatkan jaga jarak perlu jadi perhatian saat makan di luar

ILUSTRASI. Pakar epidemiologi mengingatkan perlunya menjaga jarak saat sedang makan di luar.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memakai masker sudah menjadi kewajiban yang tak bisa ditawar saat pandemi Covid-19. Pemakaian masker menjadi satu diantara protokol kesehatan (prokes) dalam pencegahan penyebaran virus SARS-Cov2 (Covid-19).

Namun bagaimana jika sedang makan, terutama ketika akan makan di luar. Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menuturkan, untuk makan di luar misalnya di restoran sebaiknya hanya mengajak keluarga inti.

Laura juga menekankan, ketika akan makan terutama makan di luar, perlu memperhatikan jarak dengan orang lain disekitar. Cuci tangan juga tak lepas harus dilakukan baik sebelum dan sesudah makan.

"Untuk makan di resto sebaikanya hanya ajak keluarga inti dan perhatikan jarak dengan pengunjung lain. Jika yang berdekatan selain keluarga inti akan menimbulkan risiko penularan. Maka lebih baik take away," jelas Laura kepada Kontan.co.id pada Senin (25/1).

Baca Juga: Jika mengalami sakit kepala ini, tanda tubuh terinfeksi virus corona

Pelaksana Tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menceritakan, selama pandemi ia selalu memesan makan di kantin dan memakannya di ruangan ketika berada di kantor.

Hal tersebut dilakukannya dalam upaya menjaga jarak saat makan. Sebab, saat makan seseorang pasti akan melepas maskernya sejenak.

"Kalau makan di restoran saya akan lihat dulu jarak antar meja satu dengan yang lain. Kalau dirasa aman saya berani makan di tempat," imbuhnya.

Ketika terdapat acara di tempat kerja dimana tersedia sesi makan, Paryono selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di BKN.

"Kalau ada acara di kantor, pasti kantor sudah menerapkan protokol kesehatan jadi tidak kuatir, selain orangnya tidak banyak juga jaraknya minimal 1 meter," jelas Paryono.

Sebelum dan seusai makan, Paryono juga selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Paryono mengatakan, lebih memilih mencuci tangan langsung dengan sabun daripada menggunakan hand sanitizer ketika akan makan atau setelah makan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Doni Monardo: Jangan makan siang bersama

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru